Pukat UGM Tengarai Adanya Praktek Arisan Proyek di ULP DIY
Pemerintahan

Pukat UGM Tengarai Adanya Praktek Arisan Proyek di ULP DIY

Jogja, (jogja.sorot.co)--Klaim transparansi lelang proyek yang dinyatakan oleh salah seorang pejabat di Unit Layanan Pengadaan (ULP) Pemprov DIY diragukan oleh para aktivis anti korupsi. ULP disebut merupakan salah satu pos di mana sangat rawan terjadinya korupsi maupun kolusi.

Peneliti Pusat Kajian Anti Korupsi (Pukat) UGM, Hifdzil Alim menyebut, dengan kewenangan yang ada yaitu menentukan pemenang lelang proyek, instansi ULP memang rawan terjadi praktek korupsi. Jika pun bukan secara institusi, masih memungkinkan sejumlah oknumnya memainkan peran demi keuntungan pribadi maupun golongannya dengan sejumlah kontraktor yang berambisi mendapatkan proyek pembangunan infrastruktur dari pemerintah.

Pihaknya menengarai, ada beberapa modus praktek kotor yang terjadi di institusi ULP. Diantaranya adalah model arisan dalam penentuan proyek.

"Misalnya, yang tergabung dalam sebuah asosiasi digilir jatah untuk menang proyek," ungkap Hifdzil kepada sorot.co, Sabtu (17/06/2017) siang.

Selain itu, praktek kotor juga bisa dilakukan dengan mengakali sistem. Meski dalam prakteknya dibuat dan didesain formal, akan tetapi nantinya dalam sistem procurement proyek, pemenangnya sudah ditentukan secara urut kacang. 

Adanya kong kalikong semacam ini tentunya merupakan praktek korupsi. Apalagi fee yang didapat untuk pejabat instansi cukup besar yaitu mencapai 5 hingga 10 % dari nilai proyek.

"Untuk indikasi adanya jatah-jatah dari kontraktor itu memang ada, tetapi tentu tidak semua proyek, hanya kasuistik," ucap hifdzil.

Hifdzil menambahkan, untuk indikasi adanya jatah-jatah semacam ini sebenarnya bisa dengan mudah dicek oleh aparat hukum maupun institusi pengawas internal pemerintahan. Hanya dengan melihat daftar asosiasi serta daftar pemenang tender, akan tampak jelas pola arisan pemenang proyek semacam ini.

"Kuncinya ada di para pelaku baik oknum ULP maupun kontraktor. Kalau mereka konsisten, maka tidak akan berani," tandasnya.