Dugaan Maraknya Gratifikasi di ULP DIY Mencuat Dalam Forum Diskusi Aktifis Mahasiswa
Sosial

Dugaan Maraknya Gratifikasi di ULP DIY Mencuat Dalam Forum Diskusi Aktifis Mahasiswa

Jogja,(sorotjogja.com)--Para aktivis mahasiswa dari sejumlah perserikatan melakukan diskusi membahas situasi terkini yang terjadi di DIY, Minggu (9/7/2017) di Kebun Laras Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Berbagai polemik yang terjadi di DIY satu persat dikupas dalam forum, tak terkecuali persoalan dugaan gratifikasi atau praktik KKN yang terjadi di lingkup Pokja ULP DIY.

Iwan Penthol, aktivis anti korupsi yang juga tergabung dalam Pusat Perjuangan Rakyat Indonesia (PPRI) mengungkapkan, persoalan semacam ini perlu disikapi serius salah satunya oleh mahasiswa sebagai agen perubahan. Perlunya kontrol dari mahasiswa dan tentunya pengawasan dari aparat penegak hukum, diakui Iwan berpengaruh besar untuk mempersempit ruang gerak oknum birokrat yang KKN khususnya di DIY.

Praktik seperti ini tidak bisa dibiarkan tanpa ada kontrol,” kata dia.

Tak hanya persoalan gratifikasi yang marak dalam mekanisme pelelangan paket pekerjaan oleh instansi di DIY, persoalan lain seperti perjuangan para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Stasiun Tugu atas penggusuran oleh pihak PT.KAI, nasib para buruh di DIY, berbagai persoalan tanah dengan korban masyarakat kecil, dan pembungkaman ruang demokrasi para mahasiswa di Yogyakarta. 

Mensikapi kondisi ini secara umum, kami dari PPRI khususnya sedang dalam tahapan memulai untuk membangun kembali gerakan dan mencoba memperluas gerakan yang akhir-akhir ini coba dibungkam,” kata Taufik, mahasiswa Yogyakarta yang tergabung dalam organisasi Perjuangan Mahasiswa untuk Demokrasi (PMD).