Vonis Berat Majelis Hakim Untuk Terdakwa Penyebar Hoax Sultan
Hukum & Kriminal

Vonis Berat Majelis Hakim Untuk Terdakwa Penyebar Hoax Sultan

Umbulharjo (jogja.sorot.co)--Penyebar berita hoax yang mencatut nama Gubernur DIY sekaligus Raja Kraton Yogyakarta Sultan Hamengku Buwono X, Rosyid Nur Rohum (24), divonis pidana 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Yogyakarta. Pria warga OKU Timur, Sumatera Selatan ini dinilai Majelis Hakim terlah terbukti melanggar Pasal 45 A (2) Undang-undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Selain pidana penjara, majelis hakim yang dipimpin oleh Hakim Ketua Tatik Hadiyanti juga menjatuhkan hukuman membayar uang denda Rp 50 juta subsider satu bulan kurungan.

Dalam sidang yang berlangsung Senin (21/8/2017) siang tadi, Rosyid divonis Majelis Hakim telah terbukti dengan sengaja menyebarkan ujaran kebencian tanpa hak setelah menulis artikel yang tidak sesuai dengan fakta sebenarnya. Artikel yang diunggah melalui website pribadinyanya, www.metronews.tk pada 18 April 2017 juga hanya mengutip dan menafsir ulang dari tulisan artikel di situs lainnya.

"Terdakwa dengan sengaja membuat artikel yang cukup kontroversial. Tulisan dalam artikel dapat menimbulkan kebencian, memicu perpecahan, dan mendiskreditkan etnis tertentu," kata Tatik.

Hal memberatkan dalam pertimbangan hakim menjatuhkan putusan pidana adalah Rosyid yang berlatar belakang sarjana ilmu pemerintahan seharusnya mengetahui dampak yang ditimbulkan jika memposting artikelnya tersebut. Apalagi, saat memposting kondisi bangsa tengah bergejolak terkait isu Pilkada DKI Jakarta.

"Yang memberatkan, perbuatan terdakwa dapat memicu perpecahan bangsa dengan menyebarkan berita hoax. Hal yang meringankan, terdakwa mengakui perbuatannya," imbuhnya.

Vonis yang dijatuhkan majelis hakim lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Retna Wulaningsih yang menuntut Rosyid dengan pidana 3,5 tahun penjara dan denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan

Diketahui, tulisan Rosyid melalui websitenya www.metronews.tk. tentang Cina pada April lalu menjadi viral di media sosial. Terlebih waktu itu berbarengan dengan penyelenggaraan Pilkada DKI Jakarta yang sempat memanas karena banyak informasi hoax dan berbau SARA. Tulisan Rosyid mencatut nama Sultan dan dilengkapi dengan foto Sultan.

Sultan pun bereaksi dan melapor ke Polda DIY karena merasa tidak pernah diwawancarai atau mengeluarkan pernyataan seperti apa yang tertulis dalam artikel tersebut.

"Setelah membuat judul yang berbau SARA, terdakwa menempel foto Sultan yang sedang diwawancarai. Kemudian terdakwa menyebarkan artikel melalui share ke beberapa grup facebook, " jelas Retna.

Sementara itu, pengacara Rosyid, Ernanto Arisandi mengaku masih pikir-pikir atas vonis dari majelis hakim. Pihaknya akan berkonsultasi terlebih dahulu dengan Rosyid dan pihak keluarganya.

"Kami memiliki waktu tujuh hari untuk mengambil sikap apakah akan banding atau menerima putusan. Kalau saat ini dia (Rosyid) langsung ditahan, " jelas Ernanto.