Proyek Properti Tanpa Izin Terus Beraktivitas, Investor Susulkan Pengajuan IMB Kos Eksklusif
Hukum & Kriminal

Proyek Properti Tanpa Izin Terus Beraktivitas, Investor Susulkan Pengajuan IMB Kos Eksklusif

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Sebuah proyek properti di Jalan Ipda Tut Harsono, Umbulharjo masih leluasa beraktivitas tanpa izin. Bahkan, pihak investor baru menyusulkan pengajuan Izin Mendirikan Bangunan (IMB) di saat aktivitas pembangunan sudah mencapai konstruksi lantai tiga.

Kepala Bidang Pelayanan Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Kota Yogya, Setiyono, mengaku sudah menerima pengajuan izin pembangunan properti tersebut.

Pekan lalu kami mendapat pengajuan permohonan penerbitan IMB sebagai kos-kosan eksklusif 90 kamar,” kata Setiyono, Rabu (13/9/2017).

Kendati demikian, pihaknya tak serta-merta menerbitkannya. Pasalnya, aktivitas di lapangan telah melanggar Peraturan Daerah (Perda) Kota Yogya Nomor 2/2012 tentang Bangunan Gedung karena membangun tanpa IMB. Pihaknya juga masih membutuhkan kajian mendalam terhadap rencana fungsi bangunan tersebut. 

Dulu kami pernah terbitkan IMB, lalu pada Desember 2016 kami cabut karena pembangunan ternyata tak sesuai perencanaan awal. Sekarang ajukan IMB lagi untuk kos eksklusif, nanti apa betul operasional di lapangannya,” jelas Setiyono.

Menurutnya, jika nanti pihaknya menerbitkan IMB kos eksklusif, maka operasional di lapangan harus sesuai dengan aturan yang berlaku. Seperti penghuninya tidak boleh campur antara laki-laki dan perempuan, serta masa sewa tidak boleh per hari atau perjam melainkan minimal harus satu bulan. Jika melanggar ketentuan itu, maka sama halnya dengan aktivitas sebuah hotel.

Masih kami cermati pengawasan operasionalnya bisa tidak, karena jika kos maka kewenangan ada di kecamatan, bisa tidak mengecek tiap hari penghuninya, masa sewanya,” imbuhnya.

Sekali lagi Setiyono juga menegaskan jika aktivitas pembangunan saat ini tergolong ilegal dan melanggar peraturan daerah. Namun, lanjutnya, kewenangan penertiban bangunan tak berizin bukan pada dinasnya melainkan ranah Satpol PP.

Diketahui, pada 10 Januari 2017 Satpol PP telah menyegel proyek tersebut karena membangun tanpa berbekal IMB. Saat penyegelan, Satpol PP juga menyodorkan surat pemberitahuan dari Dinas Perizinan bahwa IMB bernomor 0300/UH/2016 tertanggal 11 Mei 2016 telah dicabut pada 20 Desember 2016. Alasan pencabutan IMB karena pembangunan tak sesuai dengan perencanaan awal yang hanya bangunan satu lantai namun ternyata akan difungsikan sebagai hotel bertingkat.

Di sisi lain, saat ini juga masih berlaku Peraturan Walikota Yogya Nomor 55/2016 tentang Pengendalian Pembangunan Hotel atau moratorium hotel hingga 31 Desember 2017.

Namun kondisi di lapangan saat ini, segel dari Satpol PP telah terlepas. Pembangunan pun telah sampai konstruksi lantai tiga. Padahal saat disegel lalu masih tahap pembangunan lantai basement.