Proses Hukum Menara Telekomunikasi Terus Bergulir, Kejari Bidik Sejumlah Nama Pejabat
Hukum & Kriminal

Proses Hukum Menara Telekomunikasi Terus Bergulir, Kejari Bidik Sejumlah Nama Pejabat

Umbulharjo (jogja.sorot.co) -- Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Yogya terus mendalami kasus dugaan korupsi Menara Telekomunikasi. Sejumlah nama bakal dipanggil untuk dimintai keterangannya.

"Proses pulbaket (pengumpulan bahan data dan keterangan) kita perpanjang 40 hari ke depan karena kami menemukan data dan keterangan yang perlu diklarifikasi lebih lanjut kepada pihak terkait," kata Kepala Seksi Pidana Khusus Kejari Yogya, Evan Satrya, Jumat (22/9/2017).

Menurutnya, beberapa pihak yang akan dipanggil masih berkutat dari lingkungan DPRD Kota Yogya dan Pemkot Yogya. Keterangan mereka akan di sandingkan dengan data dan keterangan yang telah dikantongi tim jaksa hasil pemeriksaan sejumlah orang dari DPRD Yogya yang lebih dulu diperiksa pada bulan Agustus lalu. 

Dalam proses pulbaket selama 20 hari terakhir ini, lanjutnya, tim jaksa memang menemui sejumlah kendala. Namun, hal tersebut dinilai tak menghambat jalannya proses hukum.

"Prosesnya masih bergulir, sejumlah nama akan kami mintai keterangan. Nanti tim akan menyimpulkan apakah kasus ini memenuhi unsur tindak pidana korupsi atau tidak," jelasnya.

Diketahui, akhir Agustus lalu tujuh orang diperiksa dalam kasus dugaan korupsi pada proses pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Penataan Menara Telekomunikasi Kota Yogya.

Ketujuh orang itu adalah Ketua DPRD Kota Yogya Sujanarko, Plt Sekretaris Dewan Prima Hastawan, Kabag Perundangan Sekretariat DPRD Yogya Nanang, empat orang mantan anggota Panitia Khusus Raperda Menara Telekomunikasi, yakni Nasrul Khoiri dari Fraksi PKS, Antonius Suhartono dan Febri Agung Herlambang dari PDIP, serta Novi Alissa Smenedawai dari Partai Gerindra.

Satu anggota dewan yang juga dipanggil namun berhalangan hadir karena sedang dirawat di RS Panti Rapih yaitu Christina Agustiani dari Fraksi Gerindra.