Investor Proyek Asrama Perusahaan Konveksi Ingkar Janji, Warga Miliran Geram
Sosial

Investor Proyek Asrama Perusahaan Konveksi Ingkar Janji, Warga Miliran Geram

Umbulharjo (jogja.sorot.co) -- Warga RT03 RW01, Kampung Miliran Baru, Kelurahan Muja-Muju, Kecamatan Umbulharjo mengeluhkan aktivitas pembangunan asrama karyawan sebuah perusahaan konveksi di wilayah mereka. Sebabnya, dampak proyek asrama enam unit masing-masing berlantai dua itu mengakibatkan jalan kampung menjadi rusak karena lalu-lalang kendaraan berat.

Sebagai bentuk protes, warga memasang portal di jalan masuk lokasi yang berada di tengah permukiman. Tak hanya itu, pagar besi penutup lokasi proyek juga dicoret memakai cat bertuliskan kecaman warga.

Salah seorang warga setempat, Ian mengaku aksi ini merupakan akumulasi kekecewaan warga yang merasa dibohongi oleh pihak investor.

Dijelaskannya, sejak investor masuk tahun 2016 silam, muncul sejumlah polemik di antaranya masalah persetujuan warga terdampak langsung sebagai syarat penerbitan Izin Mendirikan Bangunan (IMB). Setelah melalui proses mediasi, persoalan itu bisa menemui solusi.

"Tapi masih ada yang belum ditepati oleh investor, yaitu memperbaiki jalan kampung yang rusak," jelasnya, Jumat (22/9/2017).

Diakuinya, salah satu kesepakatan antara pihak investor dengan sekitar 50 kepala keluarga saat mediasi di kantor Kelurahan Muja-Muju beberapa waktu lalu, perbaikan jalan dilakukan beriringan dengan pelaksanaan proyek. Namun pada kenyataannya, proyek tetap nekat diteruskan meski belum ada perbaikan jalan.

Bahkan, lanjutnya, investor justru mengundang warga untuk rapat membahas status jalan. Dan yang menjadi pertanyaan, warga yang diundang sebagian bukan yang rumahnya berhadapan langsung dengan jalan kampung yang rusak.

"Warga tidak menuntut banyak, hanya ingin jalan diperbaiki beriringan dengan pelaksanaan proyek. Tapi ini malah melebar membahas status jalan, warga merasa dibohongi," imbuhnya.

Seorang warga lainnya, Dalno merasakan langsung sikap investor yang dinilainya tidak menghargai kesabaran warga. Sebagai salah satu warga yang terdampak langsung karena rumahnya persis berhimpitan dengan lokasi proyek, Dalno pernah dilangkahi dalam proses pembuatan IMB.

"Belum pernah ada sosialisasi, tiba-tiba ada IMB padahal saya tak pernah tanda tangan persetujuan," ungkapnya.

Dia juga menagih janji investor yang hendak memperbaiki jalan kampung. Terlebih mendekati musim hujan, jalan kampung yang hanya dilapisi paving blok rawan ambles karena di bawahnya terdapat saluran air.

Sementara itu, saat dihubungi, Esti dari bagian HRD perusahan konveksi pemilik proyek hingga berita ini dilansir belum merespon.

Sebelumnya, warga sudah mengadu ke Komisi B DPRD Kota Yogya terkait persoalan ini. Menindaklanjuti aduan warga, Komisi B telah klarifikasi kepada Dinas Penanaman Modal dan Perizinan terutama menyangkut proses penerbitan IMB.