Kabar Duka, Seniman Pelestari Wayang Kancil Telah Berpulang
Peristiwa

Kabar Duka, Seniman Pelestari Wayang Kancil Telah Berpulang

Danurejan,(jogja.sorot.co)--Dunia seni di Yogyakarta tengah berduka. Pelestari sekaligus dalang wayang kancil asal Yogyakarta, Ledjar Subroto atau Mbah Ledjar (79) meninggal dunia, Sabtu (23/9/2017) siang. Mbah Ledjar wafat setelah dirawat di Rumah Sakit Panti Rapih Yogya akibat kondisi kesehatannya yang semakin menurun di usianya yang sudah senja.

Tadi meninggal jam 11.55 WIB,” kata keponakan Mbah Ledjar, Lestari (56) ditemui di rumah duka di Jalan Mataram, Kampung Sosrokusuman, Suryatmajan, Danurejan, Sabtu sore.

Pihak keluarga cukup kaget dengan meninggalnya Mbah Ledjar. Meski aktivitasnya mulai berkurang karena faktor usia, namun beberapa hari terakhir kondisinya tampak baik-baik saja. Lastri yang sehari-hari hidup bersama Mbah Ledjar ini mengaku, semalam Mbah Ledjar masih mau makan sendiri bahkan sampai tiga kali. 

Namun Sabtu pagi tadi, kondisi Mbah Ledjar tampak lemah. Dia tak mau minum, makan pun harus dipaksa dan disuapin. Tak jarang nafasnya tersengal-sengal. Melihat kondisi yang tak biasa tersebut, pihak keluarga akhirnya membawa Mbah Ledjar ke Panti Rapih sekitar pukul 11.00 WIB. Tuhan berkehendak lain, sekitar pukul 11.55 WIB Mbah Ledjar mengembuskan nafas terakhirnya.

Lastri mengaku, dia mulai merawat Mbah Ledjar dua tahun lalu sejak istri Mbah Ledjar, Karjiyah, lebih dulu meninggal dunia. Seniman kelahiran 20 Mei 1938 di Desa Sapuran, Wonosobo itu tidak dikaruniai anak. Lastri sendiri merupakan anak dari adik Mbah Ledjar.

Sejak kecil Mbah Ledjar sudah saya anggap bapak sendiri,” ujar Lastri.

Sepak terjang Mbah Ledjar di dunia seni cukup dikenal masyarakat luas. Berbagai penghargaan pun tersemat pada Mbah Ledjar atas karyanya berupa wayang kancil. Penghargaan di antaranya dari Sultan Hamengku Buwono X atas partisipasi sebagai dalang senior wayang kancil dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup pada tahun 2010 dan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai pelestari wayang kancil pada 2016.

Mbah Ledjar yang memiliki nama kecil Djariman ini juga telah malang-melintang ke berbagai daerah mendalangi wayang kancil. Tak hanya nasional, Mbah Ledjar juga tercatat pernah mendalangi wayang kancil di Belanda, Jerman, dan Amerika Serikat. Wayang kancil ciptaannya pun telah menjadi koleksi sejumlah museum di Indonesia hingga mancanegara.

Mbah Ledjar memang lahir dari keluarga seniman. Ayahnya, Budiman, merupakan pelaku seni gamelan dan karawitan. Alasan Mbah Ledjar menghidupkan lagi seni wayang kancil pada tahun 1980an, sebagai media pendidikan bagi anak-anak terhadap dunia hewan dan lingkungan. Mbah Ledjar terakhir kali pentas di Kulon Progo sekitar bulan Juli 2017. Lalu terakhir menggarap wayang kancil pesanan dari Semarang.

Beberapa waktu terakhir, Mbah Ledjar juga masih meladeni wawancara para mahasiswa yang tengah skripsi.

Mbah Ledjar pernah berpesan, wayang kancil harus tetap hidup,” jelas Lastri.

Ditambahkannya, kini penerus seni wayang kancil kemungkinan bakal dipegang Ananto Wicaksono, cucu dari keponakannya, yang kini tinggal di Jepang. Sejak kecil Ananto sudah sering diajak pentas dan dilatih membuat wayang serta menciptakan lagu.

Sesuai rencana, jenazah Mbah Ledjar bakal dimakamkan di Pakuncen, Wirobrajan,Minggu (24/9/2017) besok sekitar pukul 10.00.