Kasus Demam Berdarah Turun, Warga Diminta Tetap Waspada
Pemerintahan

Kasus Demam Berdarah Turun, Warga Diminta Tetap Waspada

Jogja,(jogja.sorot.co)--Kepala Bidang Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Dinas Kesehatan Kota Jogja, Yudiria Amelia, mengungkapkan, memasuki triwulan akhir tahun 2017, jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kota Jogja turun drastis jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Dinas Kesehatan Kota Jogja mencatat, mulai Januari hingga Oktober 2017, kasus demam berdarah menyentuh angka 383 kasus dengan dua orang penderita meninggal dunia. Sedangkan untuk tahun lalu, jumlah penderita mencapai 1.705 kasus dengan 13 angka kematian.

Kasus tahun ini menurun hampir enam kali lipat dibanding tahun lalu,” ungkap Yudiria Amelia, Sabtu (11/11/2017).

Meski ada penurunan kasus, namun Dinas Kesehatan tetap meminta warga meningkatkan kewaspadaan mengingat saat ini masuk fase awal musim hujan. Berdasar pengalaman terdahulu, penyakit demam berdarah merebak mulai pekan kelima sejak hujan pertama turun. 

Memang kasusnya cenderung turun, di Kecamatan Wirobrajan dan Tegalrejo yang biasanya memiliki jumlah kasus demam berdarah cukup tinggi, pada tahun ini berkurang. Tapi bukan berarti tidak lagi waspada,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Jogja, Fita Yulia Kisworini.

Kewaspadaan yang diminta adalah gerakan pemberantasan sarang nyamuk di lingkungan masing-masing. Sedangkan pemberantasan dengan fogging, Fita mengaku hanya akan dilakukan sebagai alternatif terakhir dan harus ada sejumlah syarat yang harus terpenuhi, seperti jumlah penularan kasus demam di wilayah tersebut. Karena hasil beberapa penelitian, nyamuk yang ada di Jogja sudah kebal dengan sejumlah obat yang biasanya digunakan untuk fogging.

Sedangkan menyangkut penyebaran nyamuk Aedes aegypti berwolbachia, Fita mengaku saat ini tengah dihentikan guna proses evaluasi. Sejak pertengahan tahun lalu, sekitar 5000 ember berisi nyamuk berwolbachia disebar di ratusan titik di 12 wilayah di Kota Jogja. Jika kawin dengan nyamuk Aedes aegypti normal, akan menekan virus dengue sehingga tidak akan menular ke tubuh manusia yang digigit.

Kami belum bisa menarik kesimpulan apakah penyebaran nyamuk yang membawa bakteri wolbachia memberikan dampak terhadap penurunan kasus demam berdarah atau tidak,” jelasnya.