Wow.. Ada Ratusan Orang Bernama Tavip Gelar Rakernas, Begini Sejarahnya
Sosial

Wow.. Ada Ratusan Orang Bernama Tavip Gelar Rakernas, Begini Sejarahnya

Danurejan,(jogja.sorot.co)--Suasana hangat penuh kekeluargaan mewarnai Rapat Kerja Nasional (Rakernas) ke-7 komunitas Tavip Indonesia yang digelar di kompleks Kepatihan, Sabtu (11/11/2017). Ratusan orang bernama Tavip dan sejenisnya saling bercerita blak-blakan di sela kegiatan Rakernas.

Salah satunya adalah sejarah nama Tavip di Indonesia yang oleh sebagian anggota belum mengetahui secara persis apa alasan orang tua memberi nama Tavip.

Nama Tavip diambil dari judul pidato Bung Karno 17 Agustus 1964 terkait Trikora. Tavip kepanjangan dari Tahun Vivere Pericoloso diambil dari bahas Italia, artinya pada masa itu yang penuh bahaya,” kata Ketua Tavip Indonesia, Saipul Tavip.

Atas dasar itulah, kata Saipul, komunitas Tavip Indonesia memilih motto Untuk Indonesia Berdaulat Berdikari dan Berkepribadian. Sehingga keberadaan komunitas yang didirikan pada 11 November 2011 tak sekadar ajang hura-hura saja. Tetapi komunitas Tavip menjalin dan mempererat tali silaturahmi dan semangat persaudaraan antar sesama insan bernama Tavip di manapun dengan profesi agama suku apapun, sebagai wadah komunikasi dan interaksi, sarana berpartisipasi dalam pembangunan karakter bangsa, dan melestarikan nilai sejarah lahirnya Tavip pada 17 Agustus 1964. 

Jadi, tradisi tahunan berkumpul ini utamanya bukan soal rakernas, tapi sebagai insan sesama kita saling silaturahmi untuk mempererat tali persaudaraan serta melestarikan sejarah. Karena kita dulunya tidak pernah satu sekolah, satu kampung, dari berbagai latar belakang, tapi sekarang bisa kenal bisa kumpul,” jelasnya.

Dalam Rakernas kali ini, diikuti sekitar 200 orang yang memiliki kesamaan nama yaitu Tavip, Taviv, Tapip, Tafip, Tafif, Vivera, Viveri, baik di awal, di tengah, maupun di akhir namanya. Mereka berasal dari berbagai daerah di Jawa, Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Agenda kegiatan di antaranya rakernas, mengunjungi Gudang Tavip di kompleks Stasiun Tugu, lepas anak penyu di pantai selatan, dan menelusuri kawasan wisata sejarah di Jogja.

Beberapa kegiatan rutin Tavip Indonesia di antaranya kegiatan sosial, donor darah, pemberian beasiswa bagi anak-anak almarhum Tavip, kondangan ke pernikahan putra/putri Tavip, dan melayat ke keluarga Tavip.

Kita juga aktif mendata dan mengumpulkan nama Tavip dan sejenisnya, lewat media sosial terjaring 1.149 nama untuk kita ajak bergabung dalam komunitas,” ujar Saipul yang berasal dari Sukabumi ini‎.

Upaya merekrut orang bernama Tavip ternyata tak semudah membalikkan telapak tangan. Diceritakannya ketika hendak mengajak seseorang asal Bantul yang memiliki nama Tavip. Ia menerima kabar orang tersebut tengah sakit.

Jadi dia sakit lalu kita jenguk ke rumah tidak ada. Ternyata di rumah sakit, kita datangi dia kaget kok namanya sama. Lalu saat kita masukin grup WA, anggota grup saling mengucapkan selamat bergabung tapi tiba-tiba dia leave grup. Ketika saya hubungi, alasan leave grup karena ponselnya jadi lemot kebanyakan postingan di grup,” kisahnya yang diiringi gelak tawa dari peserta rakernas.

Rakernas kali ini juga diikuti sekitar sembilan orang bernama Tavip asal DIY. Salah satunya adalah Kepala Bappeda DIY Tavip Agus Rayanto.

Ikut baru sekali ini, kebetulan acara di Jogja jadi saya ikut,” ujarnya.

Diakuinya, dia memberi nama Tavip karena waktu itu orangtuanya mengagumi spirit Bung Karno yang diharapkan menular ke anaknya.

Karena pemberian nama ke anak pasti ada harapan dari orang tua,” kata dia.

Meski baru pertama kali ikut acara komunitas Tavip Indonesia, Tavip Agus mengaku rasanya sudah kenal lama dengan para anggotanya. Dia melihat atas latar belakang sejarah sehingga ikatan emosional terjalin kuat.