Kasus Hak Siar Piala Dunia 2014, Mantan GM Hotel Berbintang di Jogja Jadi Tersangka
Hukum & Kriminal

Kasus Hak Siar Piala Dunia 2014, Mantan GM Hotel Berbintang di Jogja Jadi Tersangka

Jogja,(jogja.sorot.co)--Meski perhelatan Piala Dunia 2014 yang merupakan turnamen sepak bola antar negara sejagat telah bergulir tiga tahun silam di Brazil, namun ternyata masih menyisakan polemik khususnya di Indonesia yang berujung kasus hukum.

PT Inter Sport Marketing (ISM) dan PT Nonbar DIY-Jateng selaku FIFA Media Rights Holders atau pemegang hak cipta siaran langsung Piala Dunia 2014 di Indonesia, menggugat perdata puluhan hotel di beberapa kota atas dugaan menyiarkan Piala Dunia 2014 tanpa izin. Tak hanya gugatan perdata melalui Pengadilan Niaga, di Jogjakarta, PT ISM dan PT Nonbar DIY melapor tindak pidana ke Kepolisian Daerah setempat dengan sangkaan melanggar Undang-undang Hak Cipta.

Perkembangan terbaru, Polda DIY telah menetapkan mantan General Manager (GM) Fave Hotel Kusumanegara Jogja, inisial YS sebagai tersangka.

Iya betul kita tetapkan tersangka, inisial YS, berkasnya sudah kita limpahkan ke kejaksaan,” kata Kasubdit 2 Ditreskimsus Polda DIY, AKBP Andri Setyagraha ketika dihubungi, Sabtu (11/11/2017).

YS ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Polda mengumpulkan cukup alat bukti. Saat ini, status YS belum ditahan dan hanya dikenai wajib lapor karena berkas perkara masih dilengkapi oleh penyidik sebelum dilimpahkan jaksa ke pengadilan. Diakui oleh Andri, selain menyidik laporan terhadap Fave Hotel Kusumanegara, pihaknya juga tengah menyelidiki laporan lainnya atas kasus yang sama. 

Banyak yang dilaporkan, ada puluhan saya tidak hafal hotel mana saja tapi banyak yang dilaporkan,” jelasnya.

Terpisah, perwakilan PT Nonbar DIY-Jateng, Tubagus Arya Irawan mengatakan, pihaknya sejak pertengahan tahun 2014 melaporkan lebih dari 30 hotel atas dugaan pelanggaran hak cipta siaran Piala Dunia 2014.

Kita laporkan penggunaan konten tayangan siaran Piala Dunia 2014 di komersial area hotel tanpa seizin PT ISM dan PT Nonbar sebagai pemegang hak cipta dan lisensi resmi dari induk organisasi sepak bola dunia, FIFA,” jelasnya.

Padahal jauh-jauh hari sebelum Piala Dunia 2014 digelar, lanjutnya, pihaknya sudah mengundang Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) untuk sosialisasi menawarkan kerjasama jika pihak hotel ingin menggelar nonton bareng atau menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2014.

Waktu itu kita undang, dan mereka datang ikut sosialisasi. Tapi faktanya, mereka menyiarkan tanpa seizin PT ISM dan PT Nonbar. Ada dugaan pelanggaran hak cipta dan kita putuskan menempuh jalur hukum,” ungkapnya.

Ditambahkannya, pihaknya sejauh kini telah memenangi 10 gugatan perdata dari putusan peradilan tingkat pertama di Pengadilan Niaga Semarang dan Surabaya hingga kasasi dan Peninjauan Kembali di Mahkamah Agung. Khusus di Jogjakarta, salah satu GM hotel berbintang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah diadili di Pengadilan Negeri Sleman tahun 2015 lalu.

Sementara itu, ketika konfirmasi ke pihak Fave Hotel Kusumanegara, General Manager yang kini menjabat, Casanova enggan berkomentar jauh.

Saya waktu kejadian belum menjadi GM Fave Kusumanegara,” ujarnya melalui pesan singkat.

Hingga berita ini ditulis, sorot.co masih berupaya konfirmasi ke PHRI DIY yang dikabarkan menyiapkan tim pengacara untuk memberikan pendampingan hukum kepada pengelola hotel yang dilaporkan.