Kasus Hak Siar Piala Dunia 2014, Eks GM Fave Kusumanegara Bakal Tempuh Praperadilan
Hukum & Kriminal

Kasus Hak Siar Piala Dunia 2014, Eks GM Fave Kusumanegara Bakal Tempuh Praperadilan

Jogja,(jogja.sorot.co)--Mantan General Manager (GM) Fave Hotel Kusumanegara, berinisial YS, melalui kuasa hukumnya berencana menempuh upaya hukum praperadilan. Sebelumnya dirinya ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda DIY terkait kasus dugaan pelanggaran hak cipta penyiaran pertandingan Piala Dunia 2014.

Kita berpikiran untuk tempuh praperadilan terkait penetapan status tersangka, ini masih kita konsultasikan dengan klien,” kata kuasa hukum YS, Ariyanto, ketika dihubungi Minggu (12/11).

Menurutnya, rencana praperadilan muncul karena pihaknya melihat penetapan tersangka terkesan dipaksakan. Karena YS selaku GM Fave Kusumanegara saat itu tidak pernah memerintahkan menggelar nonton bareng atau menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2014 di lingkungan hotel. 

‎”Hanya waktu itu di Fave Kusumanegara, ada seorang tamu yang datang dan memaksa pegawai hotel menyetel Piala Dunia tanpa sepengetahuan GM. Hotel kan juga memakai antena terkoneksi siaran dari stasiun tv swasta yang menyiarkan langsung,” bebernya.

Selain itu, alasan dia berpandangan kasus ini terkesan dipaksakan adalah penyidik kesulitan melengkapi berkas perkara yang hingga kini masih bolak-balik ke meja penyidik, meski akhirnya telah dilimpahkan ke kejaksaan. Alat bukti yang disita, lanjutnya, juga hanya antena tv.

Kita sebetulnya kooperatif, tapi kasus ini dilaporkan tahun 2014 penetapan tersangka 2016, rentang waktu yang lama ini ada apa. Karena jika berlarut-larut yang dirugikan klien kami terkait kepastian hukum,” jelasnya.

Ariyanto menyebut sejak awal hotel-hotel di Jogja tidak ada yang memiliki program menggelar acara nonton bareng maupun menyiarkan pertandingan Piala Dunia 2014. Mengingat waktu itu berbarengan dengan bulan puasa dan okupansi hotel tengah menurun.

Dari catatannya, ada 19 hotel di Jogja yang dilaporkan oleh PT Inter Sport Marketing dan PT Nonbar selaku pemegang hak siar Piala Dunia 2014 di Indonesia ke Polda DIY. Dari belasan laporan itu, dua orang ditetapkan sebagai tersangka yakni GM Hotel Jayakarta saat itu, Nur Winantyo dan YS, mantan GM Fave Kusumanegara YS. Untuk Nur Winantyo sendiri telah divonis Pengadilan Negeri Sleman pada 2015 lalu dengan hukuman percobaan dua tahun.

Saya juga bertanya-tanya, kenapa proses hukum hanya‎ sampling dua hotel. Kalau seperti ini kan juga tidak mencerminkan asas keadilan,” tandasnya.

Diakuinya, ketika kasus ini mencuat memang cukup menyita perhatian berbagai pihak karena yang dilaporkan ke polisi hanya hotel-hotel di Jogja dan Bali. Kalangan DPR RI dan Kementerian Pariwisata juga sempat membahas secara resmi dan menurunkan tim khusus untuk penelusuran. Ia khawatir ada motif merusak iklim pariwisata di dua daerah yang merupakan tujuan utama wisata di Indonesia tersebut.