Menyoroti LGBT dalam Pandangan Hukum Islam
Sosial

Menyoroti LGBT dalam Pandangan Hukum Islam

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Permasalahan mengenai Lesbi, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) tidak pernah berhenti diperbincangkan. Seperti yang baru-baru ini dibahas, Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar pemerintah dan DPR tidak mengakomodasi LGBT dan zina dalam perundangan. Hal ini lantaran perilaku LGBT dianggap merusak moral serta bertentangan dengan sila pertama Ketuhanan Yang Maha Esa.

Lalu bagaimanakah LGBT dalam pandangan Islam? Pengasuh Pondok Pesantren Assunnah Makassar, Dzulqarnain M. Sunusi Hafizhahullah mengatakan, secara fitrah, manusia diciptakan oleh Allah SWT dengan dorongan naluri dan jasmaninya. Adapun salah satu dorongan naluri tersebut yakni melanjutkan keturunan berdasarkan rasa cinta dan dorongan seksual antara lawan jenis.

Dengan begitu, munculnya penyimpangan kaum LGBT ini dinilai karena adanya ideologi sekularisme dimana pria atau wanita hanya memiliki sebatas hubungan seksual semata. Tidak puas melampiaskan hasrat kepada lawan jenis, akhirnya pikiran liarnya berusaha untuk mencari kepuasan yang lain melalui hubungan seks sesama jenis.

Begitupun dari segi fitrah jasmani. Dikatakan, Allah SWT menciptakan manusia atas laki-laki dan perempuan dengan kodratnya masing-masing. Jika dalam kehidupannya ia yang seorang laki-laki namun merubah jenis kelamin menjadi perempuan begitu sebaliknya, Dzulqarnain menilai mereka telah menentang fitrah-Nya.

"Perempuan menyerupai pakaian laki-laki dan laki-laki menyerupai pakaian perempuan saja dilarang oleh agama, apalagi sampai mengganti jenis kelamin," jelasnya dalam Kajian Islam Cinta Dosa Terlarang LGBT Dalam Sorotan, Minggu (04/02/2018) sore di Masjid Agung Syuhada Yogyakarta.

Berangkat dari pemahaman tersebut, dapat disimpulkan LGBT merupakan suatu perbuatan menyimpang dari fitrah manusia yang sesungguhnya. Dengan kata lain, hukum LGBT dalam Islam adalah haram dan dilarang. Bahkan, Allah SWT telah menjelaskan dalam Al-quran secara jelas akan ancaman yang keras bagi pelaku-pelakunya. 

"Perbuatan semacam LGBT pernah terjadi di zaman Nabi Luth. Saat itu Allah menghukum kaum Nabi Luth dengan hujan batu yang bertubi-tubi , dan batu tersebut terbuat dari tanah yang terbakar," ucap Dzulqarnain.

Oleh sebab itu, lanjutnya, masing-masing orang harus mampu menjaga diri dari perbuatan-perbuatan menyimpang tersebut. Selain itu, harus pula bisa saling mengingatkan antar sesama karena sebagai sesama muslim wajib untuk saling mengingatkan supaya terhindar dari siksa api neraka.

"Berusahalah mengembalikan mereka ke jalan yang benar. Karena kalau kita mendukung bahkan hingga memberi fasilitas untuk mereka, kita juga kena dosanya," terang dia.