Langgar Hak Cipta Siarkan Piala Dunia Brazil, Empat Hotel Berbintang Didenda Rp 1 Miliar
Hukum & Kriminal

Langgar Hak Cipta Siarkan Piala Dunia Brazil, Empat Hotel Berbintang Didenda Rp 1 Miliar

Yogyakarta (jogja.sorot.co)--PT Inter Sport Marketing (PT ISM) sebagai penerima lisensi Media Right 2014 Fifa World Cup Brazilm (Piala Dunia Brazil 2014) dari Federation International De Football Association (FIFA) mengajukan gugatan perdata terhadap sejumlah hotel berbintang di Jawa dan Bali, terkait penggunaan content tayangan Piala Dunia 2014 di area komersilnya tanpa seijin PT.ISM selaku pemegang hak cipta.

Empat diantaranya adalah hotel di Jawa Tengah dan DIY yakni Ros In Hotel Yogyakarta, Grand Zuri Hotel Yogyakarta, Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta dan Grand Artos Hotel Magelang yang terbukti telah menayangkan siaran Piala Dunia Brazil 2014.

Terkait proses hukum tersebut, majelis hakim Pengadilan Niaga Negeri Semarang akhirnya mengabulkan gugatan PT.ISM selaku pemegang hak siar penggunaan content tayangan sepak bola Piala Dunia 2014. Dalam persidangan yang digelar pada Senin (5/3/2018) kemarin, majelis hakim mengeluarkan putusan yang mengabulkan gugatan PT.ISM atau PT.Nonbar dan menyatakan secara sah dan meyakinkan bahwa Ros In Hotel Yogyakarta, Grand Zuri Hotel Yogyakarta, Merapi Merbabu Hotel Yogyakarta dan Grand Artos Hotel Magelang melakukan perbuatan melawan hukum berupa pelanggaran atas hak cipta. Keempat perusahaan pengelola hotel tergugat tersebut masing-masing mendapat sanksi hukum untuk membayar kerugian kepada penggugat sebesar Rp 1 miliar serta membayar biaya perkara.

Regional Director PT.ISM sekaligus PT.Nonbar Tubagus Aria sangat mengapresiasi putusan majelis hakim tersebut. Hal ini membuktikan jika secara hukum gugatan PT ISM/PT Nonbar adalah legal dan hak yang dimiliki oleh PT ISM/PT Nonbar diakui serta dilindungi secara hukum oleh negara.

Artinya sudah sangat jelas secara hukum telah terbukti bahwa para pihak yang digugat oleh kami melanggar hukum dan bersalah, ujar Aria, Selasa (6/3/2018).

Sementara kuasa hukum PT ISM dan PT Nonbar Wahyu Priyanka mengungkapkan, selama ini PT ISM dan PT Nonbar telah memberikan somasi berulang kali serta membuka ruang mediasi bagi ke empat hotel tersebut. Namun upaya tersebut mentok dan akhirnya PT tersebut terpaksa melakukan gugatan perdata kepada hotel-hotel tersebut untuk meruntuhkan keyakinan mereka yang seolah tidak bersalah. 

Setelah putusan ini, kami akan segera kembali menyusun gugatan perdata berikutnya kepada 8 hotel – hotel di DIY – Jateng yang juga diduga melanggar Hak Cipta Siaran Piala Dunia 2014,” ucap Wahyu.

Putusan majelis hakim yang mengabulkan gugatan PT ISM/PT Nonbar dalam perkara pelanggaran hak cipta siaran piala dunia 2014 terhadap empat hotel di Jateng dan DIY itu bukanlah yang pertama kali. Sebelumnya PT ISM/PT Nonbar juga telah memenangkan 10 gugatan perdata baik di tingkat Niaga, Kasasi Mahkamah Agung hingga PK terhadap hotel – hotel yang melanggar hak cipta siaran piala dunia 2014.