Sembarangan Edarkan Pil Penenang, Empat Pria Diciduk Petugas Resnarkoba Yogyakarta
Hukum & Kriminal

Sembarangan Edarkan Pil Penenang, Empat Pria Diciduk Petugas Resnarkoba Yogyakarta

Gondomanan,(jogja.sorot.co--Petugas Satresnarkoba Polresta Yogyakarta berhasil mengamankan empat orang pemakai obat-obatan terlarang jenis psikotropika. Keempat pelaku ini mengaku mendapatkan barang tersebut usai berobat ke salah satu dokter namun disalahgunakan oleh mereka.

Kasat Resnarkoba Polresta Yogyakarta, Kompol Sugeng Riyadi menjelaskan, awalnya petugas menangkap DD (41) dan GN (42), keduanya warga Bener, Tegalrejo, Kota Yogyakarta pada Sabtu (3/3/2018) malam di simpang empat Dongkelan Jalan Ringroad Selatan No 335 Panggungharjo, Sewon, Bantul.

Dari tangan pelaku, petugas berhasil menemukan satu butir pil Calmlet Alprazolam 1mg dan satu smartphone. Obat jenis ini biasa digunakan oleh medis sebagai penenang untuk pasien.

Dari pengakuan kedua pelaku, ternyata mereka telah lama mengkonsumsi obat jenis ini, yakni sekitar 1 tahunan.

"Setelah berhasil mengamankan dua pelaku, petugas lantas melakukan pengembangan. Hasilnya, petugas berhasil mengamankan dua orang lagi pada esok harinya," kata Kompol Sugeng, Rabu (7/3/2018).

Dua pelaku yang dapat diamankan lagi yakni H alias Ndopong (34), warga Tamanan, Bantul dan WAA (24), warga Brontokusuman, Mergangsan, Kota Yogyakarta. Diketahui H berperan sebagai penjual dan WAA sebagai pembeli sekaligus pemakai. 

Dari tangan pelaku H, petugas menemukan 9 butir pil Calmlet Alprazolam 1 mg dan 4 butir pil Atarax Alprazolam 0.5 mg. Sedangkan saat menggeledah WAA, ditemukan 7 butir pil Atarax Alprazolam 0.5 mg di dalam dompetnya.

"Berdasarkan pengakuan 4 pelaku, ternyata para pelaku ini sudah mengkonsumsi pil tersebut selama setahunan. Dapatnya pil dari berobat ke dokter dan malah disalahgunakan tadi itu," tandasnya.

Atas perbuatan pelaku, untuk pemakai akan dijerat dengan pasal 62 juncto pasal 71 ayat 1 UU RI Nomor 5 tahun 1997 tentang psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Sementara untuk penjualnya dijerat dengan pasal 60 ayat 1 huruf b UU RI Nomor 5 tahun 1997.