Belasan Ogoh-Ogoh Diarak di Sepanjang Jalan Malioboro
Budaya

Belasan Ogoh-Ogoh Diarak di Sepanjang Jalan Malioboro

Danurejan,(jogja.sorot.co)--Sebagai salah satu rangkaian acara menjelang Hari Raya Nyepi, Pawai Budaya kembali hadir untuk yang keempat kalinya untuk menghibur masyarakat Yogyakarta. Dalam pawai budaya kali ini ada pertujukan arak-arakan ogoh-ogoh dari kantor DPRD hingga titik nol.

Ada 15 Ogoh-ogoh yang memeriahkan pawai budaya. Antara lain ogoh-ogoh dari Keluarga Mahasiswa Hindu Dharma, dari lintas agama, dari Kesenian Dinas Pariwisata Bantul, dan dari Kesenian Dinas Kebudayaan Sleman.

Koordinator Pawai Budaya, I Nyoman Santiawan menuturkan, kegiatan ini murni bertujuan untuk mengembangkan dan melestarikan budaya serta mendukung sektor pariwisata DIY.

"Tidak untuk dilombakan, karena murni untuk mengembangkan dan melestarikan budaya sekaligus mendukung sektor pariwisata di DIY," jelasnya di Pura Jagatnata, Sabtu (10/03).

 

Tiap tahunnya pawai budaya selalu melibatkan kawan-kawan dari KMHD se-DIY. Karena animo masyarakat kian tahun kian meningkat. Sehingga nantinya bisa dijadikan jujukan tontonan atau hiburan bagi masyarakat, khususnya menjelang Nyepi di Yogyakarta.

Suasana semakin meriah ketika Ogoh-ogoh dipertunjukkan ke tamu undangan. Dengan irama musik khas Bali, semakin menambah meriah suasana. Suara-suara para pemangku Ogoh-ogoh pun juga membuat semakin semarak.

Tema dan bentuk Ogoh-Ogoh yang diarak sangat beragam. Ada yang mengangkat tentang prahara Subali dan Sugriwa. Selain itu ada juga Bhuto Kuning Butho Ijo, Taru Pule dan masih banyak lagi lainnya.

Menurut Ketua Panitia Pawai Budaya, Komang Kusuma berharap adanya pawai budaya dengan simbolik Ogoh-ogoh bisa menghilangkan hal-hal yang negatif dan merubahnya menjadi hal positif untuk seluruh umat manusia.

"Sebelum kita merayakan Nyepi, hal-hal negatif, menjadi energi positif bagi seluruh umat manusia dan seluruh alam," tutur dia. (Widi)