Tolak Permenhub Nomor 108 Tahun 2017, Driver Online Indonesia Ancam akan Turun ke Jalan
Peristiwa

Tolak Permenhub Nomor 108 Tahun 2017, Driver Online Indonesia Ancam akan Turun ke Jalan

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Driver Online yang tergabung dalam Front Independent Driver Online Indonesia (Front INDONESIA) menuding pernyataan pemerintah yang tetap memberlakukan Permenhub Nomor 108 tahun 2017 adalah pembohongan publik, tidak konsekuen dan bertentangan dengan azas demokrasi dan musyawarah mufakat yang terkandung dalam Pancasila. Mereka menganggap regulasi tersebut jelas-jelas merugikan para driver online dan konsumen pada umumnya.

Dewan Presidium Front Indonesia, Nur Ahok mengungkapkan, dengan tetap diberlakukannya Permenhub Nomor 108 2017 oleh pemerintah, maka Front INDONESIA tidak akan pernah gentar dan mundur satu langkahpun dalam memperjuangkan membela hak-hak mereka sebagai warga negara yang dilindungi secara konstitusional demi kesejahteraan driver online seluruh Indonesia.

"Dalam hal ini, kami telah dikecewakan berkali-kali, janji yang selalu terucap pada akhirnya sama sekali tidak terealisasikan. Pengkhianatan pemerintah pada rakyatnya sendiri adalah bentuk dari peghinaan amanah rakyat serta bertentangan dengan nilai-nilai dasar Pancasila dan UUD 1945," jelasnya saat temu media, Kamis (5/4/2018).

Nantinya, driver online akan melakukan konsolidasi-konsolidasi besar atas munculnya Permenhub tersebut. Pengingkaran janji pemerintah justru menjadi potensi perpecahan yang akan merugikan bangsa Indonesia. Kebijakan yang diberlakukan secara tidak adil dalam hal ini terkait pegiat driver online menurutnya adalah sumber dari kesenjangan sosial yang justru menjadi pemicu perpecahan. Ia juga menegaskan, bahwa pengingkaran janji adalah bukti bahwa rezim ini tidak amanah pada rakyatnya. 

"Kami tidak akan gentar dan mundur satu langkahpun dalam perjuangan demi membela hak hak kami sebagai warga negara yang dilindungi secara konstitusional demi kesejahteraan pegiat online seluruh Indonesia. Untuk aksi akan turun ke jalan, nanti masih kita pikirkan dan konsolidasikan dengan daerah-daerah seperti apa," tutup Nur Ahok.