Lokomotif Angkutan Lebaran Ditarget Rampung Akhir Mei
Peristiwa

Lokomotif Angkutan Lebaran Ditarget Rampung Akhir Mei

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Guna mempersiapkan angkutan lebaran 2018, Balai Yasa Yogyakarta melakukan persiapan sarana lokomotif demi menciptakan angkutan darat yang teruji keamanannya.

Disampaikan oleh Denny Haryanto Kepala Balai Yasa Yogyakarta, satu tahun ini DAOP 6 untuk angkutan lebaran 2018 dibebani 71 lokomotif. Dari 95 kereta genset semuanya harus rampung dalam hitungan setengah tahun yaitu pada 25 Mei. Termasuk didalamnya perbaikan dan pergantian roda.

"Jadi semuanya sebelum lebaran harus selesai, dicheck up supaya yang beroperasi dalam kondisi benar-benar siap," jelas Denny.

Selain persiapan fisik lokomotif, dalam mendukung angkutan lebaran dalam hal ini DAOP 6 menyiapkan 3 grup teknisi. Grup 1 harus siaga di Balai Yasa, untuk melakukan perbaikan dengan segera bila ada kerusakan. Grup 2 juga harus bersiaga, karena setiap ada panggilan harus menyusul ke posisi bantuan. Sedangkan grup 3 lebih pada perawatan dan pengecekan demi menjamin sarana lokomotif yang terdiri dari 2 gelombang atau giliran. 

Proses perbaikan lokomotif diawali dari tahap pendataan administrasi, setelahnya dilakukam pengecekan pada masing-masing unit. Untuk mengetahui apakah ditemukan kerusakan atau ada yang perlu ditambahkan. Lalu semua komponen utama dibongkar dan selanjutnya dikirim pada masing-masing golongan, seperti golongan mesin misalnya. Lalu setelah dari masing-masing unit diperbaiki maka akan dirakit kembali dan dilakukan pengecekan terhadap perfomanya.

"Sebelum release diuji di rel 800 meter bolak balik. Diuji juga di lapangan dari sini ke Purwosari. Baru release ke Dipo induk," tambah Denny.

Disamping itu Manajer Humas PT. KAI Daop 6 Yogyakarta, Eko Budiyarto menyampaikan bahwa tambahan tempat duduk untuk angkutan lebaran sebanyak 9400 unit. Dalam sehari masih ditambah kereta reguler jumlahnya 20.400 kursi.

"Arus penumpang contra flow yang naik dari Jogja ke Jakarta. Tapi sebelum lebaran masih menyediakan tiket. Tapi untuk arus balik karena dijual 90 hari sebelum keberangkatan, yang reguler menipis. Bisa mengakses jika ada yang membatalkan keberangkatan," jelas Eko.

Peningkatan kapasitas penumpang di Daop 6 ketika lebaran diprediksi naik 4% dari hari biasanya sekitar 20.000 penumpang. Terkait penjualan tiket, Eko menyarankan untuk melakukam transaksi pembeliam tiket melalui online service ataupun melalui lapak waralaba.

"Penjualan tiket jangan beli di Stasiun, karena pelayanan terbatas, hanya dari jam 09.00 WIB sampai 16.00 WIB," ujar Eko.