Gugatan Pedagang Sarkem Ditolak Mentah-mentah oleh PT.KAI, Kasus Terus Bergulir
Hukum & Kriminal

Gugatan Pedagang Sarkem Ditolak Mentah-mentah oleh PT.KAI, Kasus Terus Bergulir

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Setelah melakukan mediasi pertama pada Kamis (5/4) lalu yang berbuah nihil, hari ini pedagang Pasar Kembang beramai-ramai mendatangi kantor Pengadilan Negeri Yogyakarta untuk melakukan mediasi kedua dengan pihak tergugat.

Namun lagi-lagi, mediasi tersebut nyatanya tak memberikan hawa segar bagi para Pedagang Sarkem. Para pedagang harus menelan pil pahit lantaran pihak PT.KAI menolak permintaan gugatan yang dilayangkan.

Yogi Zul Fadhli selaku kuasa hukum Pedagang Sarkem menyampaikan, dari pihak pedagang berpandangan bahwa PT. KAI melanggar hukum sehingga apa yang telah dituangkan dalam materi gugatan sudah diperhitungkan dengan matang. Terkait kerugian yang sifatnya materiil maupun non materiil. Namun pihak tergugat tetap pada pandangannya bahwa apa yang telah dilakukan tersebut benar sesuai hukum.

"Mediasi bersama hakim mediator dari Pengadilan Negeri, akhirnya sidang dilanjutkan dengan agenda pembacaan gugatan. Terkait agenda kapan, belum ditentukan masih menunggu panitera," jelas Yogi, Kamis (12/04).

Disamping pihak PT. KAI bersikukuh menolak gugatan, pedagang sarkem tetap akan menjalankan prosedur penyelesaian di persidangan. Rudi Tri Purnama sebagai kepala Paguyuban mengatakan bahwa hasil mediasi kali ini gagal tolal. Padahal dari Pengadilan Negeri sudah beriktikad baik untuk menghendaki permasalahan tersebut bisa selesai secara happy ending. 

"PT. KAI sudah bersikukuh kita juga bersikukuh. Kita selesaikan di persidangan hasil keputusan yang mutlak tetap harus dijalani lewat persidangan," pungkas Rudi.

Sementara kuasa hukum tergugat 1 dan 2, dalam hal ini PT.KAI dan Daop 6, Elna Febi Astuti menyampaikan, proses penertiban yang dilakukan pada 5 Juli 2017 lalu diyakini sudah sesuai ketentuan hukum. Mengenai azas peradilan cepat biaya murah, pihaknya langsung menyatakan mediasi gagal dan dinaikkan ke pemeriksaan perkara selanjutnya.

"Mengenai ganti rugi tidak ada sama sekali budget untuk ganti rugi, kami menolak apa yang diajukan penggugat," jelasnya.

Ketika ditanya terkait sosialisasi yang dilakukan pihak PT. KAI sebelum penggusuran, pihaknya menolak memberikan pernyataan maupun jawaban. Ia dengan tegas mengatakan bahwa kapasitasnya hanya pada penyampaian hasil mediasi saja.