E-Retribusi Akan Hadir di 5 Pasar Tradisional di Yogyakarta
Ekonomi

E-Retribusi Akan Hadir di 5 Pasar Tradisional di Yogyakarta

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Daya dukung terhadap gerakan nasional pembayaran non tunai, kini mulai diperlihatkan oleh Disperindag Kota Yogyakarta. Selain sebagai upaya memperbaiki layanan, juga dalam upaya menunjukkan akuntabilitas transparansi pengelolaan pendapatan dengan mengagendankan peluncuran e-retribusi.

Wacana e-retribusi dengan pihak perbankan, akan menggunakan pola Qrcode atau Quick Response Code. Atau sistem aplikasi kominfo yang penggunaannya menggunakan perangkat keras berbasis android.

Sistem e-retribusi ini nantinya akan diuji cobakan kelima pasar tardisional lainnya di Yogyakarta. Yakni pasar Ngasem, Karangwaru, Pasty, Gedongkuning, dan Pasar Talok.

"Lima pasar dulu, nanti implementasinya bagaimana. Bertahap tapi pasti. Kenapa bertahap, karena kita lihat evaluasinya dulu. Lima pasar ini bersamaaan uji cobanya," jelas Kepala Disperindag Kota Yogyakarta, Maryustion Tonang , Kamis (12/04/2018).

Lebih lanjut Maryustion mengungkapkan, jika tidak ada perubahan, uji coba penerapan e-retribusi akan dilaksanakan pada Bulan Mei. Hasil diskusi dengan mitra perbankan terkait waktu tepat pelaksaannya, masih menunggu komunikasi berikutnya. 

"Database sudah siap, karena diawal 2018 pedagang sudah dikasih barcode. Tinggal dari perbankan. Prinsip tahun ini jalan," ujar Maryustion.

Secara teknis, pembayaran retribusi secara elektronik ini cukup hanya dilakukan dengan scan barcode yang dilakukan petugas pungut. Nominal retribusi akan muncul dan pedagang tinggal melakukan pembayaran, namun sementara pembayaran masih dalam bentuk tunai. Dengan begitu, real time dan bisa terpantau oleh Disperindag.

Maryustion menambahkan, ini merupakan adminisasi dalam rangka akselerasi validitas efisiensi. Efiensi dari SDM petugas pungut tentunya. Karena persoalan moratorium dan petugas pungut yang pensiun belum ada yang menggantikan. Sehingga dengan sistem pembayaran e-retribusi ini 2 sampai 3 pasar cukup menerjunkan 1 petugas pungut saja. Secara tidak langsung menjadi solusi terkait SDM petugas pungut. Sekaligus merupakan terobosan inovasi digital tanpa meninggalkan regulasi.