Revitalisasi Sisi Barat Malioboro Baru 11 Persen, Lebaran Ditarget Sudah Bisa untuk Jualan
Peristiwa

Revitalisasi Sisi Barat Malioboro Baru 11 Persen, Lebaran Ditarget Sudah Bisa untuk Jualan

Gedong Tengen,(jogja.sorot.co)--Proyek revitalisasi sisi barat Maliboro sudah dikerjakan secara fisik selama satu bulan sejak 12 Maret 2018. Berdasarkan laporan minggu terakhir pengerjaan fisik proyek revitalisasi sudah mencapai 11%. Hingga menjelang lebaran nanti, ditargetkan sudah dilakukan pengecoran beton lantai secara keseluruhan, sehingga toko dan PKL bisa berjualan.

Tahapan pekerjaan proyek revitalisasi diawali dengan bongkar aspal. Setelah dibongkar sesuai kedalaman yang disyaratkan yaitu untuk kontruksi lantai beton yang ada pengerukan pasir di bawahnya sedalam 8cm. Sedangkan untuk lantai kerja sebelum lantai beton induk juga sedalam 8cm. Dilanjutkan cor beton induk setebal 15cm, dan topping teraso dengan ketebalan 4cm.

Manajer proyek revitalisasi Eri Purnomo menyampaikan, saat ini tengah dilakukan pengerjaan teraso, namun pengerjaannya tidak ditarget untuk rampung total sebelum lebaran. Karena memang ini termasuk finishing yang membutuhkan waktu sampai sebulan sebelum masa kontrak berakhir, yaitu 12 Desember 2018.

Target kecepatan yang kami harapkan per hari dalam 1 tim, pengerjaan teraso minimal 25 meter persegi harus bisa ter cor,” jelas Eri, Jumat (13/04).

 

Sesuai kontrak yakni 10 bulan, Eri menilai selama ini pengerjaan di lapangan terbilang cepat jika dilihat dari situasi crowdednya kawasan sekitar revitalisasi yang mampu berakibat pada produktifitas dan efektifitas pengerjaan proyek.

Biaya yang kami kerjakan itu Rp 37, 313 miliar sekian. Cukup besar dananya, dan ini daerah publik bukan daerah steril,” Ujar Eri.

Terkait master plan revitalisasi, nantinya akan sepenuhnya diperuntukkan pejalan kaki dan PKL pemilik kios. Juga dengan membangun guiding block untuk penyandang tuna netra seperti halnya di sisi timur. Karena luas sisi barat dan sisi timur yang tidak jauh beda.

Sejauh ini hubungan koperatif pekerja proyek dan pemilik kios maupun toko selalu terjalin. Sehingga bisa berdampak pada kecepatan pengerjaan proyek revitalisasi ini. Nantinya dalam seminggu ke depan progress pengerjaan bertambah menjadi 13%-14%.

Kami menerjunkan 3 mandor, 3 pelaksana utama, logistik dan pengawas. Karena kami tuntutannya memang lebih cepat lebih baik,” tambah Eri.

Sesuai rencana awal, proyek revitalisasi ini harapannya berdampakpada penambahan minat kunjung dari msayarakat. Meski begitu, pengerjaan proyek di kawasan padat membuat pekerja proyek tidak bisa menambah kecepatan bekerja lantaran perengecoran hanya boleh dilakukan malam hari di atas jam 22.00 WIB dan berakhir tidaklebih dari pukul 05.00 WIB. Sehingga hanya efektif dilakukan 4-5 kali saja dalam seminggu.