Cak Imin : Mulai Hari Ini Budaya Harus Jadi Panglima
Budaya

Cak Imin : Mulai Hari Ini Budaya Harus Jadi Panglima

Kraton,(jogja.sorot.co)--Suasana Pendopo Ndalem pada Jumat (13/04) malam tampak riuh dengan para kaum millenial yang saling bercengkrama dengan yang lain sambil lesehan. Mereka tengah menikmati acara Dialog Budaya yang di populerkan di Twitter dengan tagar Dialog Guyon Bikin Guyub. Dialog yang masuk trending ke tujuh Twitter itu berujung pada pembahasan memasyarakatkan empat pilar MPR RI dengan kemasan yang santai.

Dialog tersebut mengambil tendensi Kebudayaan adalah Panglima. Wakil Ketua MPR RI Cak Imin dan beberapa juru bicara lainnya hadir, seperti sineas asal Kota Pelajar Fajar Nugros, Moammar Emka yang dikenal sebagai novelis, juga seorang Budayawan Eros Djarot, dan terakhir Wahyu Aditya yang lebih senang disebut Visual Story Teller ketimbang Animator.

Dalam dialog tersebut, kelima pembicara mengenai tema yang sama yaitu Budaya sesuai dengan kapasitas dan bidang pekerjaan masing-masing.

Cak Imin yang menjadi pusat perhatian memiliki porsi bicara lebih dominan. Dalam dialognya ia menyinggung politik yang saat ini lebih mendominasi kepanglimaan. Politik kini kehilangan pedoman dan telah berubah menjadi corong adu domba dan hujatan.

"Mulai hari ini budaya harus menjadi panglima. Paradigma kita berpikir untuk Indonesia. Mengembalikan daulat rakyat dengan budaya," ungkap Cak Imin dengan menggebu-gebu.

Membahas upaya memasyarakatkan empat pilar MPR RI, Cak Imin mendapat tanggapan dan pertanyaan menohok oleh salah seorang mahasiswa bernama Febriansyah. Ia ingin mendengar jawaban aplikatif dari seorang cak Imin terkait penerapan empat pilar tersebut dalam kehidupan kaum millenial. Ia mengharapkan lontaran jawaban yang tidak naratif yang tidak bisa diaplikasikan. 

Dari empat pilar tersebut dijelaskan bahwa pertama, Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Kedua UUD negara Republik Indonesia tahun 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR. Ketiga, NKRI sebagai bentuk negara dan keempat Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan negara.

Mendengar pertanyaan terkait penerapan empat pilar tersebut Cak Imin memberikan jawaban bahwa rakyat harus benar-benar melek politik. Ia mengambil contoh pemilu. Sebagai negara demokratis, rakyat harus memilih bukan karena embel-embel uang.