Kreatif, Kelompok Ini Budidaya Lele Cendol di Sumur
Ekonomi

Kreatif, Kelompok Ini Budidaya Lele Cendol di Sumur

Tegalrejo,(jogja.sorot.co)--Tak salah jika Pemerintah Kota Yogyakarta melirik inovasi-inovasi dari kampung pangan lestari di Tompeyan, Kecamatan Tegalrejo. Pasalnya selain ide penanaman padi belut di lorong jalan juga tercetus ide kreatif budidaya lele cendol.

Ide awal konsep budidaya lele cendol dicetuskan oleh Yus Warsono, lalu melalui kelompok tani perkotaan Sidodadi diberi mandat untuk mengembangkan ide tersebut dalam mendukung dan melengkapi konsep kampung pangan lestari. Dimana di dalamnya harus ada ketersediaan beras, sayur dan sumber protein nabati maupun hewani. Sehingga menjadi konsep yang utuh.

Konsep budidaya lele cendol dianggap lebih efektif dan efisien, selain tidak memakan tempat, para pembudidaya tidak perlu bersusah payah menguras kolam.

Melalui media utama bes sumur dengan diameter 50 cm dan tinggi 1 m, yang di tengahnya sudah dipasangi dua tumpuk pipa yang tingginya hampir 1 m difungsikan untuk membuang kotoran dalam kolam bes. Kotoran seperti bekas pakan lele yang menimbulkan bau menyengat akan dibersihkan dengan menyiramkan air menggunakan selang ke dalam kolam, lalu kotoran akan naik melalui saluran pipa 1 dan turun ke saluran pipa 2 yang lebih pendek menuju saluran pembuangan.

Disampaikan oleh Ketua Kelompok Tani Perkotaan Sidodadi Eka Yulianta, bahwa konsep tersebut diaplikasikan di Tompeyan sejak september 2017. Di awal percobaan, dinilai berhasil hingga sekarang sudah ada 30 titik budidaya lele cendol di Tompeyan.

"Dilirik Pemkot dengan konsep kampung pangan lestari Tompeyan karena inovasinya, padi belut lele cendol dan konsep tanam sayur yang hemat air," jelas Eka, Minggu (15/04).

Memilih budidaya lele tentu bukan tanpa alasan. Sebab tingkat mortalitas lele dinilai sangat kecil yakni 2%. Juga alasan nilai gizi yang terkandung dalam lele dan tingkat perawatan yang terbilang mudah. Hanya dengan memberi makan sehari dua kali. Pada pagi dan sore hari masing-masing sebanyak 2 ons pakan lele. 

Biasanya dalam 1 kolam diisi 600 ekor benih lele. Dengan masa panen 2 bulan sekali. Ketika panen, lele akan di jual per kg dengan kisaran harga Rp 17.000 hingga Rp 25.000. Sekali panen bisa menjual sekitar 50 kg lele. Jika konsep ini bisa diaplikasikan ke semua warga, maka hasilnya dirasa Eka akan lumayan.

"Ke depan semua punya lele cendol, karena masalahnya semua kan masih modal sendiri. Kalau dari kota maupun provinsi ada dana untuk ini ya jelas kita akan memperbanyak lagi," ungkap Eka Yulianta.

Modal awal budidaya lele cendol untuk 2 kolam biasanya bekisar Rp 800 ribu. Namun Eka Yulianta menyampaikan bahwa idealnya dalam budidaya lele cendol menggunakan empat kolam. Karena setiap 2 minggu sekali ada tahapan breeding, maka jika kolam banyak bisa dipisah-pisahkan sesuai ukuran dan umur sehingga dalam seminggu sekali bisa panen.

Konsep bertani dan budidaya yang simple kini benar-benar nyata. Sehingga tidak menjadi alasan lagi bagi masyarakat kota untuk tidak bertani.