Minim Air dan Lahan Pertanian, Warga Kota Bercocok Tanam dengan Metode Bertingkat
Info Ringan

Minim Air dan Lahan Pertanian, Warga Kota Bercocok Tanam dengan Metode Bertingkat

Tegalrejo,(jogja.sorot.co)--Kawasan perkotaan yang padat dengan pemukiman warga, rasanya tak menyisakan lahan terbuka sama sekali. Meski tidak semua namun kebanyakan masyarakat di kota mengeluhkan hal demikian. Namun keterbatasan lahan di perkotaan tak menyurutkan niat dalam bertani. Buktinya warga Tompeyan, Kecamatan Tegalrejo bisa menyulap teras rumah, dan pinggiran jalan menjadi barisan sayur mayur berwarna dominan hijau yang sedap dipandang.

Inovasi di bidang pertanian oleh warga Tompeyan, sudah dicap sebagai unggulan oleh Pemkot Yogyakarta. Merujuk pada mahalnya lahan perkotaan dan kelangkaan air di kota, membuat kelompok tani perkotaan mencetuskan ide penanaman sayuran dengan metode bertingkat. Sehingga jelas efisiensi dari segi pemanfaatan lahan.

Dengan alasan menghemat air, sayuran ini ditanam menggunakan media pot dengan botol bekas yang disusun vertikal bertingkat secara terbalik. Masing-masing tutup botol yang berada di bawah, diberi lubang kecil yang diperuntukkan sebagai penyalur air hasil resapan dari botol-botol yang berada di atasnya. Pada bagian paling bawah ada botol kecil yang disusun secara horizontal untuk menampung tetesan air dari botol di atasnya. Sehingga air yang disiram dari botol paling atas, tertampung di botol paling bawah yang nantinya air tersebut akan digunakan kembali untuk menyirami sayuran tersebut.

Menurut Dini, salah seorang warga yang menerapkan metode itu, air tampungan tersebut bisa digunakan untuk penyiraman tanaman sebanyak 3x sebelum akhirnya diganti. Dengan konsep ini dirinya yang dulu harus berbelanja sayur mayur setiap hari, kini sebagian besar kebutuhan sayur untuk dikonsusmi adalah dari hasil panennya sendiri.

Sehari nyiramnya sekali saja, ya hemat tempat di depan rumah saja bisa,” ujar Dini, Minggu (15/04).

Idealnya, tumpukan botol terdiri dari 3 tingkat, namun bisa juga dibuat 4 sampai 5. Jenis tanaman yang diaplikasikan pada media botol bertingkat ini paling sering adalah jenis sawi-sawian seperti selada, pokcoy bahkan bisa juga tomat cherry. 

Menurut Kelompok Tani Perkotaan Sidodadi Eka Yulianta, jika pemerintah bisa menggerakkan masyarakat untuk mengolah limbah plastik yang ada disekitar, maka ia menargetkan sampah di TPA akan berkurang lewat peran mereka memanfaatkan sampah-sampah itu. Bahkan bisa sampai pada perolehan piala Adipura.

Kembali ke konsep awal, ekologi ekosistem dijaga. Tapi sekarang yang masih jadi masalah kesadaran amsyarakat rendah,”jelas Eka.