Mengenal Lebih Dalam Rivan Nurmulki Samator, Pemain Putra Terbaik Proliga 2018
Olahraga

Mengenal Lebih Dalam Rivan Nurmulki Samator, Pemain Putra Terbaik Proliga 2018

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Putaran final Proliga 2018 berakhir dengan meriah. Tim Putra Surabaya Bahayangkara Samator menjadi juara setelah mengalahkan Tim Palembang Bank Sumsel Babel melalui empat set pertandingan. Selain club samator yang jadi bulan-bulanan supporter karena perfomanya di laga final, juga salah seorang pemainnya yang mengenakan kostum samator dengan nomor punggung 12. Rivan Nurmulki adalah sosoknya. Ia dinobatkan sebagai MPV atau pemain terbaik putra.

Pria yang lahir pada tahun 1995 di Kabupaten Bangko, Provinsi Jambi tersebut terlihat sumringah ketika menerima penghargaan atas pencapainnya di Proliga 2018. Ia sedikit bercerita tentang gelar MPV yang diraihnya. Sebelumnya di tahun Proliga 2016 ia juga pernah meraih predikat yang sama yaitu sebagai pemain putra terbaik.

Sambil bercanda, ketika ditanya arti MPV bagi dirinya dan karirnya di cabang olahraga bola voli ia menjawab biasa saja. Namun jawaban serius juga terucap dari mulutnya bahwa predikat MPV ini dijadikannya motivasi bagi dirinya agar di liga mauapun pertandingan berikutnya bisa lebih baik lagi.

Ia menilai pertandingan final hari ini bersama club nya samator terbilang lumayan seru. Ia bersama tim menargetkan dari awal bahwa harus menjadi pemenang di Proliga 2018 ini. Kerja kerasnya bersama tim akhirnya terlihat dengan pencapaian skor di set terakhir 30-28 yang menunjukkan kegigihannya ingin menaklukkan liga bergengsi ini.

Pertandingan hari ini ya lumayan seru. Target dari awal memang ingin menang. Tadi set 3 itu kita tidak terlalu fokus, banyak buat kesalahan, tapi set 4 lebih fokus dan kekuatan tim dimaksimalkan,” kata Rivan, Minggu (15/04).

 

Ia menargetkan bersama timnya di ajang proliga berikutnya yakni pada desember 2018 nanti, harus menjadi juara layaknya hari ini.

Insyaallah tahun depan saya masih di club yang sama,” tutupnya.

Selain skillnya yang sudah diakui, namun usinya yang terhitung masih belia dianggap Pelatih Samator, Ibansjah Djanu Tjajono dianggap ia dan timnya kurang telaten, sehingga tergesa-gesa dan targetnya hanya ingin menyelesaikan. Namun hal ini disampaikan oleh pelatih, dijadikan sebagai pengalaman yang begitu berharga.

Set ke tiga 3 harus bisa ngambil padalah, karena sempat memimpin 16-13. Tapi karena usinya masih muda yang kurang telaten hanya ingin menyelesaikan,” jelas sang pelatih.