Inovasi Serat Cupro, Harga Lebih Murah dan Tekstur Mirip Kain Sutera
Gaya Hidup

Inovasi Serat Cupro, Harga Lebih Murah dan Tekstur Mirip Kain Sutera

Jetis,(jogja.sorot.co)--Born form cotton but better than cotton begitu yang menonjol dari pameran kolaborasi designer artisan dan pengusaha Indonesia-Jepang pada Senin (16/4/2018) di Hotel Harper Yogyakarta.

Dalam pameran ini, mengulik lebih jauh soal inovasi bemberg atau serat cupro yang terbuat dari serat biji kapas. Inovasi ini muncul karena banyak penenun di Indonesia yang gulung tikar karena mahalnya harga serat sutera.

Para designer unjuk kebolehan dengan memamerkan karyanya yang berbahan serat cupro tersebut. Terlintas mirip seperti serat katun, namun jelas bukan melainkan bemberg.

Fitriani Kuroda dari PT. Milangkori Persada selaku ketua yayasan royal silk foundation mengatakan bahwa slogan yang tepat untuk serat bemberg ini adalah Cold In Summer and Warm In Winter. Atau sejuk dikenakan ketika cuaca panas dan memberi kehangatan ketika musim dingin.

Kelangkaan sutera sebagai bahan baku membuatnya merasa prihatin sehingga sampai pada melakukan branding position bahwa serat cupro kualitasnya mendekati serat sutera. Selain harganya yang lebih murah yakni 1/4 dari harga serat sutera disatu sisi juga lebih hemat dari segi pewarnaan karena seratnya yang mudah meresap zat pewarna.

"Mengurangi ketergantungan import katun, dan sutra dari Tiongkok. Selain juga bisa memberdayakan produsen lokal," jelas Fitriani.

Dari segi harga serat cupro jauh lebih murah dibanding sutera. Harga 1 kg serat sutera Rp 1,2 juta sedangkan untuk cupro atau bemberg hanya Rp 400.000. Namun keglamouran mendekati sutera. 

Serat bemberg atau cupro adalah bulat/circle, sedangkan poliester segitiga dan serat sutera terlihat pipih. Sehingga cupro bisa menyatu dengan kulit tanpa menyebabkan iritasi.

Negara tropis seperti Indonesia, menurut Fitriani harusnya sudah memilih bahan yang nyaman. Disamping serat cupro bersifat eco friendly, yakni ketika dilakukan pengujian dikubur dalam tanah 1 bulan berselang kain tersebut sudah terurai. Serat yang juga disebut beyond silk ini mengedepankan kualitas namun dengan harga yang terjangkau.

"Beda dengan poliester yang bertahun-tahun baru bisa terurai. Jadi memang from nature back to nature," tambahnya.

Nantinya karya-karya desaigner dengan bahan baku serat bemberg akan dipamerkan dalam ajang Inacraft 2018 di Jakarta.