Kalah Laris, PPM Minta PKL yang Mangkal di Emper Toko Segera Direlokasi
Ekonomi

Kalah Laris, PPM Minta PKL yang Mangkal di Emper Toko Segera Direlokasi

Tegalrejo,(jogja.sorot.co)--Kawasan Malioboro kembali berkonflik. Kali ini, polemik dialami pemilik toko di kawasan Malioboro yang tergabung dalam Paguyuban Pengusaha Malioboro (PPM). Pemilik toko merasa tidak diuntungkan dengan munculnya pedagang kaki lima, sehingga pada Rabu (09/05) dilakukan mediasi bersama pihak Pemkot di kantor Ombudsman DIY.

Salah seorang pemilik toko yang juga sesepuh dari PPM, Ruli Susanto menyampaikan, mereka dijanjikan oleh pemerintahan kota dijaman kepemimpinan Soedjono A. Y bahwa lorong Malioboro tepat di depan toko hanya diperuntukkan bagi pejalan kaki.

Namun sejak tahun 1990 an, PKL mulai menjamur memenuhi lorong depan toko, yang justru menutupi akses pengunjung ke toko. Secara tidak langsung, tingkat kesejahteraan ekonomi PKL justru lebih tinggi dibanding pemilik toko. Pasalnya, pemilik toko mengklaim tanah yang ditempati PKL adalah tanah milik mereka.

"Adanya PKL saya tidak setuju karena mereka menempati lahan milik toko. Mereka PKL menduduki lahan-lahan pemilik toko. HGB itu hak milik toko yang rutin membayar PBB," jelas Ruli Susanto.

PPM juga menganggap Pemerintahan Kota Yogyakarta saat ini tidak meneruskan mandat dari pemerintahan yang sebelumnya. Kini, mereka menginginkan pemkot kembali menertibkan PKL untuk direlokasi sehingga tidak kembali berkonflik dalam berniaga. 

"Kalau PKL bisa hilang memang bagus," tambah Ruli Susanto.

Sedangkan pihak Pemkot yang diwakili oleh Imron Efendi, Kasubag Bantuan Hukum pihaknya akan menyampaikan masukan dari pemilik toko ke Walikota. Namun sebelumnya pihaknya akan membuktikan kebenaran HGB yang diakui sebagai hak milik toko.

"Kita perlu dokuemn yang jelas, apa betul mereka mempunyai bukti HGB hak kepemilikan masuk ke pemilik toko, semua itu akan kami sampaikan ke Walikota," katanya.