Takut Dikucilkan, Warga Terban Ngaku Menyesal Terima Uang dari Pengembang
Peristiwa

Takut Dikucilkan, Warga Terban Ngaku Menyesal Terima Uang dari Pengembang

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Polemik pembangunan apartemen Dhika Universe Sardjito di wilayah Kelurahan Terban dirasakan warga berujung pada tindakan-tindakan kecurangan bahkan intimidasi oleh oknum.

SUR (58) warga RT 2 RW 01 Kelurahan Terban mengaku menerima sejumlah uang dari pihak pengembang merasa mendapatkan intimidasi dari oknum petugas M yang merupakan suruhan pihak pengembang.

SUR terdaftar dalam ring 2 dan mendapat jatah Rp 6 juta. Yang baru dicairkan separuhnya sekitar 1 tahun yang lalu.

Ia sebetulnya tidak menyetujui adanya pembangunan apartemen yang berdekatan dengan tempat tinggalnya yang rawan longsor. Juga karena alasan sumber air yang dikhawatirkan akan berkurang drastis.

Dari pengakuannya, ia sempat didatangi oknum suruhan pengembang karena mencibir adanya uang dari pihak apartemen yang rencananya akan dipotong. Mendengar laporan tersebut M yang merupakan pihak pro pembangunan apartemen mendatangi rumah SUR dan melakukan dugaan intimidasi yang selanjutnya akan dilaporkan ke RT.

Dampaknya, bantuan sosial tidak akan diterima SUR jika dirinya tidak pro dengan pembangunan apartemen.

"Saya takut dikucilkan, takut dipersulit minta cap minta tanda tangan RT nanti tidak dikasih," jelas SUR, Sabtu (12/05).

Atas pertimbangan itu, ia akhirnya menerima uang sebanyak Rp 3 juta dan entah tidak mengetahui kapan sisa Rp 3 juta akan dicairkan. 

Jika nantinya uang Rp 3 juta cair, ia mengaku tidak mau menerimanya. Ia mengaku menyesal dengan keputusannya yang diklaim sebagai kubu pendukung pembangunan apartemen.

"Saya nyesel, bukan karena melarang pembangunan. Tapi dampaknya nggak sehat, nanti tidak mendapat matahari karena tertutup apartemen yang tinggi 13 lantai," ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa sebetulnya jika dipikir ulang tidak ada hubungan antara apartemen dengan pemerintah. Selain itu dikhawatirkan dampaknya, pembangunan apartemen akan semakin memperparah longsor di tempat tinggalnya yang berada di sekitaran Sungai Code tersebut.