Bulan Ramadan, Penjual Kolang-kaling di Pasar Beringharjo Panen Untung
Ekonomi

Bulan Ramadan, Penjual Kolang-kaling di Pasar Beringharjo Panen Untung

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Sudah menjadi tradisi setiap tahunnya ketika bulan Ramadan tiba, para penjual kolang-kaling diserbu pembeli. Mulai dari penjual partai besar hingga eceran. Aksi berburu kolang-kaling ini juga dijumpai di pasar Beringharjo yang tak pernah sepi dari pembeli.

Kios Sumber Rejeki milik Suharto adalah salah satunya. Kios yang dibuka sejak tahun 1988-an ini tak hanya menjual kolang-kaling ketika Ramadan saja. Maka tak heran, banyak pembeli yang menjadikan kios milik Suharto sebagai jujugan untuk mencari kolang-kaling.

Sebagai penjual kolang-kaling grosir dan eceran, diakui Suharto ada peningkatan permintaan dari pembeli. Jika hari biasa ia bisa menjual tiga karung, memasuki Ramadan penjualannya naik menjadi lima karung. Dalam setiap karungnya masing-masing berisi 75 kilogram kolang-kaling.

Kolang-kaling yang dijual Suharto diambil langsung dari Medan, karena faktor kualitasnya yang disukai pasaran. Selain dari segi harga, yang membedakan dengan kolang-kaling lokal yakni ukuran kolang-kaling Medan tiga kali lebih besar dibanding kolang-kaling lokal yang diambil dari Tasikmalaya Jawa Barat.

Menurutnya, kolang-kaling Medan dijual eceran Rp 13.000 per kilogram, dan harga kolang-kaling lokal dijual dengan harga Rp 11.000 per kilogram. Sedangkan untuk harga grosir kolang-kaling Medan di kisaran harga Rp12.500 per kilogram.

"Omzet naik 2 sampai 3 kali dari hari biasanya. Dan kita pionirnya kolang-kaling Medan karena kebutuhan pasar, jadi ya prioritas yang dijual disini ya yang Medan," ujarnya.

Sejak tiga hari menjelang puasa kenaikan harga kolang-kaling sudah mulai terlihat karena berbanding lurus dengan tingkat permintaan dari pelanggan. Sebelumnya harga per kilogram kolang-kaling Medan adalah Rp 10.000. 

"Kolang-kaling hari biasa, sebelumnya 10 ribu sekarang jadi 13 ribu. Ini masuk fase harga naik, tapi kenaikannya nggak langsung konstan, jadi nggak langsung 13 ribu," jelasnya.

Pedagang lain, Iin yang merupakan penjual musiman kolang-kaling juga meraup untung dengan adanya momentum bulan Ramadan. Sejak dua hari sebelum Ramadan ia menggelar lapaknya di Pasar Beringharjo.

Ketika permintaan tinggi, dalam sehari Iin bisa menjual rata-rata 1 kwintal kolang-kaling Medan. Namun, diakuinya kini pembeli sudah mulai kendo tidak seperti ketika tiga hari yang lalu.

"Saya nyetok 4 Ton, maunya cepat habis. Kalau rame ya 4 ton bisa hanis 3-4 hari, tapi ini sepi nggak kaya tahun kemarin," jelas Iin.

Biasanya, kolang-kaling lokal yang ukurannya lebih kecil dari Medan untuk membuat olahan minumam seperti wedang ronde, kolak, es campur dan sejenisnya. Sedangkan kolang-kaling Medan biasanya diolah menjadi manisan karena ukurannya yang lebih besar.