Pasca Erupsi Freatik Merapi, Jalur Pendakian di Selo dan Sapuangin Masih Ditutup
Peristiwa

Pasca Erupsi Freatik Merapi, Jalur Pendakian di Selo dan Sapuangin Masih Ditutup

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Guna pengamanan dan kewasapadaan pasca letusan freatik 11 Mei lalu, lima obyek wisata kawasan TNGM (taman nasional gunung merapi) ditutup sementara. Di antaranya jalur pendakian Gunung Merapi di Sapuangin, Klaten dan Selo di Boyolali. Penutupan itu berdasarkan surat edaran yang di keluarkan Kepala Balai Taman Nasional Gunung Merapi. Hingga kini, pihak Balai TNGM masih menunggu kajian dari BPPTKG sebagai acuan kembali dibukanya dua jalur resmi tersebut.

Disampaikan oleh Singgih Rudi Setianto, Kepala Seksi Pengelolaan TNGM Wilayah 2, setelah erupsi freatik Merapi, tidak ada perubahan menonjol dari peraturan lama yang telah ditetapkan Balai TNGM. Yakni peraturan tetap mengharuskan pendaki berhenti sampai di batas maksimum pendakian yaitu pada radius 0,6 km dari puncak yang berada di Pasar Bubrah.

Kejadian 160 pendaki yang berhasil dievakuasi pada 11 Mei menjadikan peringatan besar bagi pendaki untuk tetap menaati peraturan. Pasalnya ketika erupsi freatik lalu, diakui Singgih ada beberapa pendaki yang melanggar batas maksimum pendakian, padahal plang intruksi dan peraturan pendakian sudah tertera.

Terakhir ada 5 pendaki, ya sebagian melanggar, yang lain melanggar karena ikut mengevakuasi. Ya kami melarang karena bahaya seperti kemarin masih erupsi freatik, apalagi yang lebih hebat lagi wong dari puncak jaraknya ndak ada 1 kilometer,” jelas Singgih.

Singgih juga menyinggung soal masifnya jumlah pendaki yang melakukan aktivitas pendakian melalui jalur Selo. Tercatat dalam satu tahun ada sekitar 40.000 pendaki. Jumlahnya bertambah secara signifikan ketika big season seperti tahun baru dan 17 agustus, yang jumlah sekali pendakiannya bisa mencapai 2000 pendaki. Sedangkan di jadwal pendakian normatif sekitar 200. Kedepan setelah adanya kajian BPPTGK memungkinkan untuk dibukanya jalur pendakian ke Merapi,akan ada pembatasan pendaki. 

Tapi diharapkan ada perubahan sikap dari pendaki, bahwa batas pendakian ada di Pasar Bubrah dari jalur pendakian Selo maupun Sapuangin. Jangan sampai melewati batas yang ditentukan supaya tidak terjadi hal yang membahayakan seperti ketika erupsi freatik yang lalu,” jelasnya.

Hingga saat ini masih saja ditemukan beberapa pendaki yang nekat ingin sampai puncak. Namun pihak TNGM menekanakan bahwa di zona inti pucak tidak boleh diakses pendaki dan segala macam kegiatan pendakian lainnya. Karena khusus diperuntukkan kegiatan penelitian terkait mitigasi bencana.

Laporan 11 Mei BPPTGK, status Merapi normal, tapi belum berani serta merta membuka karena kita sangat berhati-hati. Seperti kejadian kemarin itu tidak bisa kita duga, kemungkinan erupsi berikutnya masih ada,” ungkap Singgih.

Singgih menambahkan, opsi yang diajukan untuk meningkatkan kesadaran dalam bersikap bagi pendaki untuk tidak melanggar batas yang ditentukan dengan memunculkan Duta Pendaki. Namun kebijakan sepenuhnya berada padapimpinan Balai TNGM.