Aktivitas Meningkat, Status Gunung Merapi Dinaikkan ke Level Waspada
Peristiwa

Aktivitas Meningkat, Status Gunung Merapi Dinaikkan ke Level Waspada

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) menaikkan status aktivitas Gunung merapi dari normal menjadi waspada. Pihak BPPTKG menaikkan status ke level II mulai Selasa 21 Mei 2018 pukul 23.00 WIB.

Kepala BPPTKG Hanik Humaida menjelaskan, status waspada ditetapkan karena adanya kenaikan aktivitas di Gunung Merapi. Tercatat, telah terjadi beberapa kali erupsi freatik, satu kali gempa vulkanik dan satu kali gempa tremor.

Sehubungan telah terjadi peningkatan aktivitas letusan freatik dan diikuti dengan kejadian gempa vulkanik (VT) dan gempa tremor maka disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi mengalami peningkatan,” ucap Humaida.

Dengan adanya peningkatan status tersebut, pihak BPPTKG juga mengeluarkan himbauan untuk menghentikan kegiatan pendakian di puncak Merapi hingga radius 3 kilometer. Dalam radius 3 kilometer juga harus disterilkan dari aktivitas penduduk. Sedangkan masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) 3 diharapkan untuk meningkatkan kewaspadaannya. 

Kemudian nanti kalau ada peningkatan yang signifikan akan kita evaluasi, sudah kita sosialisasikan. Kalau himbauan mengungsi, belum. Karena ini masih status waspada sehingga perlu meningkatkan kewaspadaannya. Kalau ada yang mengungsi, itu sebenarnya kehatian-hatian masyarakat saja karena merasa nyaman,” tegasnya.

Sedangkan berdasarkan pengamatan visual dari Pos Pengamatan dan CCTV cuaca cerah terjadi pada siang hari, pagi dan sore hingga malam hari dominan berkabut, disertai hujan berangin. Asap solfatara umumnya berwarna putih tebal, tekanan gas lemah dengan tinggi maksimum 25 m, teramati dari Pos Kaliurang. Cuaca di Pasar Bubar 12 °C kelembaban 92,3 % RH, tekanan udara 74,26 kph, kecepatan angin maksimum 23,28 km/jam, dan arah angin dominan dari Barat Laut ke Tenggara.

Kegempaan Gunung Merapi tercatat 1 kali gempa vulkanik (VT), 1 kali gempa tremor, 2 kali gempa guguran (RF), 3 kali gempa letusan, dan 3 kali gempa tektonik (TT). Gempa VT dan Tremor terjadi setelah letusan pukul 17.50 WIB. Gempa Tremor berfrekuensi sekitar 0,2 Hz dengan amplitudo rata-rata 5-10 mm. Suhu pusat kawah sekitar 85 derajat celcius meningkat dari kondisi normal (<50 derajat celcius),” tutup Hanik Humaida.