Larikan Motor Milik Majikan, Penjual Sempol Diciduk Polisi
Hukum & Kriminal

Larikan Motor Milik Majikan, Penjual Sempol Diciduk Polisi

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Seorang penjual jajanan sempol berninisial RH (29), warga Dusun Pekaja, Kelurahan Pekaja Kecamatan Kalibagor, Banyumas Jawa Tengah, diamankan petugas Unit Reskrim Polsek Umbulharjo. Alasannya, dia terbukti melakukan tindak pidana penipuan dan penggelapan sebuah sepeda motor Yamaha Mio nopol AB-2289-SA milik Taufiq Novianto (30) warga Jalan Singoranu No. 2 Giwangan Kecamatan Umbulharjo.

Kapolsek Umbulharjo Kompol Alaal Prasetyo menjelaskan, pelaku ini diamankan saat berada di Pangandaran Jawa Barat pada Jumat 18 Mei 2018. Saat hendak dilakukan penangkapan, pelaku sempat berusaha melarikan diri, sehingga terjadi kejar-kejaran antara petugas dengan pelaku. Dalam aksi pengejaran tersebut, pelaku sempat terjatuh dan mengalami luka pada bagian kening.

Pelaku ini kita amankan karena membawa lari sepeda motor milik korban yang merupakan juragannya sendiri,” ucapnya Selasa (22/5/2018).

Ia menjelaskan, peristiwa penggelapan ini bermula pada Senin 7 Mei 2018 sekitar pukul 21.00 WIB, pelaku meminjam sepeda motor milik korban. Alasan pelaku meminjam sepeda motor untuk digunakan mencari tempat berjualan sempol. 

Namun, hingga sepekan membawa sepeda motor korban, pelaku tidak juga mengembalikan sepeda motor dan tidak pernah kembali ke rumah korban. Korban sudah berusaha menghubungi nomor handphone milik pelaku, namun nomor sudahtidak aktif. Atas kejadian itu, korban kemudian melaporkannya ke Polsek Umbulharjo.

Berdasarkan laporan korban, panggota kita kemudian melakukan pencarian terhadap pelaku. Karena identitas pelaku sudah jelas, anggota tidak kesulitan melakukan pencarian dan akhirnya didaptkan informasi bahwa pelaku berada di daerah Jawa barat,” lanjut Kapolsek.

Petugas pun langsung melakukan pengejaran terhadap pelaku hingga ke wilayah Jawa Barat dan berhasil menangkapnya. Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku mengakui kalau barang bukti sepeda motor milik korban sudah dijual seharga Rp 1,2 juta di daerah Kebumen Jawa Tengah. Atas perbuatannya pelaku akan diancam pasal 372 KUHP tentang penggelapan dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun.