Ini Catatan Forpi untuk Satu Tahun Kepemimpinan Haryadi Suyuti
Pemerintahan

Ini Catatan Forpi untuk Satu Tahun Kepemimpinan Haryadi Suyuti

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Pada tanggal 22 Mei 2018, terhitung satu tahun sudah Yogyakarta di bawah kepemimpinan Walikota Haryadi Suyuti dan Wakil Walikota Heroe Poerwadi. Dalam satu tahun kepemimpinannya, ada beberapa evaluasi yang perlu dijadikan catatan untuk memperbaiki di masa kepemimpinannya ke depan.

Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta mencatat beberapa point sebagai bahan evaluasi selama setahun kepemimpinan Harayadi dan Heroe. Disampaikan Anggota Forpi Kota Yogyakarta Bidang Pemantauan dan Investigasi, Baharuddin Kamba, Pemkot dalam hal ini belum menindak tegas soal maraknya menara telekomunikasi dan reklame yang tidak berizin dan melanggar aturan.

"Walaupun ada menara telekomunikasi maupun reklame yang ditindak oleh Satpol PP Kota Yogyakarta, namun masih ada kesan tebang pilih dalam penindakannya dan masih saja ada alasan untuk tidak segera ditindak," ujar Baharuddin Kamba, Selasa (22/5).

Catatan berikutnya ialah, proses mutasi promosi jabatan. Disampaikan Baharuddin ada 13 Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang terkesan lamban dalam merampungkan persoalan pengisian Plt Kepala OPD yang memakan waktu cukup lama, yakni satu tahun dan hingga kinipun belum ada yang definitif. 

"Proses mutasi promosi jabatan setingkat Kepala OPD hingga kini belum final karena prosesnya yang panjang karena dibutuhkan transparansi dan akuntabilitas," tambahnya.

Sementara itu, Koordinator Forpi Harry Cahya juga turut mengevaluasi kinerja pemerintahan Haryadi dan Heroe. Harry menyarankan perlunya antisipasi jangka panjang untuk masalah kemacetan lalu lintas, dengan membangun parkir mandiri. Pemerintah Kota perlu lebih banyak membeli tanah-tanah kosong, baik untuk fungsi parkir maupun RTHP (Ruang Terbuka Hijau Publik).

"Evaluasi kami Pemkot belum maksimal. Perlu penguatan dan integritas dalam hal Penegakan hukum, dalam mengawal Perda," ujar Harry.

Namun, di samping itu ia juga mengapresiasi tata kelola layanan publik, administrasi dan akuntabilitas keuangan Pemerintah Kota Yogyakarta. Menurutnya, hal ini bisa dilihat dengan Pemkot Yogyakarta masih mempertahankan opini WTP atau wajar tanpa pengecualian selama 8 tahun berturut-turut.

Di sisa waktu empat tahun kepemimpinan Haryadi, Forpi menilai masih cukup banyak waktu untuk menata internal Balaikota Yogyakarta dan lebih banyak fokus pada program-program yang langsung bersentuhan dengan kebutuhan masyarakat Kota Yogyakarta.