Pantau Aktivitas Merapi dari Kantor BPPTKG, Ini Pesan Sultan
Peristiwa

Pantau Aktivitas Merapi dari Kantor BPPTKG, Ini Pesan Sultan

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--BPPTKG kembali mencatat telah terjadi letusan kedua Gunung Merapi, pada Kamis (24/05/2018) pukul 10.48 WIB yang berdurasi durasi 2 menit dengan tinggi kolom 1500m dan amplitudo maksimal 44mm yang teramati dari Pos PGM Selo.

Hingga kini, BPPTKG masih menetapkan status Merapi pada level II, Wasapada. Terlihat pada Kamis siang sekitar pukul 12.00 WIB, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X mendatangi Kantor BPPTKG. Sultan turut berkomunikasi dengan Kepala BPPTKG dan Kasi Gunung Merapi di ruang monitoring.

Dengan kejadian perubahan aktivitas Merapi saat ini, Sri Sultan Hamengku Buwono X menyampaikan, pihaknya menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan tetap waspada. Meskipun data terakhir durasi letusan lebih kecil dibanding sebelumnya. Karena siapapun tidak akan permah tahu apa yang akan terjadi.

Gubernur DIY juga tidak menampik ketika banyak warga yang ketakutan, oleh karenanya meminta jangan sampai pengungsi terlantar. Secara kewilayahan, Sleman menjadi tanggung jawab Bupati dan Pemkab Sleman, bukan tanggung jawab langsung Provinsi.

"Nanti kalau ada beban anggaran dan sebagainya, mesti membuat surat. Kabupaten bisa minta bantuan provinsi. Tinggal kirim surat selesai," tandas Gubernur DIY.

Disampaikan lebih lanjut oleh Gubernur DIY, dalam APBD sudah ada ketentuan dana. Tetapi pengertiannnya bukan bencana alam, melainkan dana tidak terduga. Sehingga bisa dimanfaatkan untuk apapun yang sesuai dengan semestinya. Adapun jumlah nominal anggaran tidak terduga tahun 2018 ini senilai Rp. 9,5 miliar. 

Terkait kesiapsiagaan kebencanaan, yang terpenting ialah memberikan informasi pada setiap perkembangan yang ada. Warga Merapi sendiri sudah siaga dengan segala sesuatunya seperti menyiapkan sejak dini untuk menyimpan barang dan dokumen penting, untuk dibawa sewaktu-waktu Merapi aktif.

"Ya tenang tapi mewaspadai saja. Seperti biasa. Kalau gempa bumi itu lain. Gunung itu kan ada tahapnya. Tahap itu kan sudah menjadi warning di sekitar merapi. Sekarang waspada nanti kan siaga dulu baru awas. Jadi sebetulnya untuk meletus itu tidak mendadak," ungkap Sri Sultan.