Sadar Melanggar Aturan, Ribuan Pengemudi Bentor Bersikukuh Tetap Beroperasi
Peristiwa

Sadar Melanggar Aturan, Ribuan Pengemudi Bentor Bersikukuh Tetap Beroperasi

Danurejan,(jogja.sorot.co)--Diawali dengan aksi orasi di depan pintu masuk samping Gedung Gubernur Komplek Kepatihan, pada Senin (03/06), ribuan massa dari Paguyuban Becak Motor Yogyakarta (PBMY) menuntut kebijakan dari Pemda DIY. Pengemudi bentor ingin pemangku kebijakan memberlakukan kebijakan dan adil kepada pengemudi bentor. Karena sudah ada sekitar 30 bentor yang diamankan karena nekat beroperasi.

Aparat kepolisian yang melakukan penjagaan di pintu gerbang Komplek Kepatihan sempat bersitegang dengan pengemudi bentor lantaran pengemudi ingin masuk gedung kepatihan. Hingga akhirnya perwakilan dari PBMY menghadap Pemda dan Dishub DIY di kantor kepatihan untuk melakukan audiensi. Audiensi berjalan cukup alot karena pengemudi bentor konsisten dengan upayanya mempertahankan keberadaan bentor. Sedangkan dari pemangku kebijakan harus mengacu ke UU Lalu Lintas prototype bentor menyalahi aturan.

Disampaikan Kepala Dinas Perhubungan DIY Sigit Sapto Rahardjo, sesuai kewenangan daerah yang termasuk dalam angkutan tradisional hanyalah becak kayuh dan andong, non kendaraan bermotor. Oleh karena itu ada opsi prototype becak listrik yang akan disodorkan ke Kemenhub sebagai bentuk solusi.

Nanti akan menanyakan yang membuat bentor kaya itu siapa, kan dia kan menyalahi aturan. Salah ngga membuat prototype seperti itu. Bentor seperti itu menyalahi aturan tidak. Kalau yang membuat bentor ditindak kan selesai,” ungkap Sigit.

Dalam audiensi juga muncul solusi bahwa pengemudi bentor yang ingin bekerja di sektor lain akan dilakukan pelatihan bersama Dinas Ketenagakerjaan, Dinsos, dan Disperindag. 

Menanggapi hal itu, ketua Paguyuban Parmin, mengaku, ia bersama anggota paguyuban akan mengusahakan agar bentor tetap beroperasi. Meski ada opsi-opsi yang ditawarkan dari hasil audiensi Parmin tetap bersikukuh memperjuangkan bentor. Dasarnya, ia adalah rakyat dan rakyat yang membayar Negara, sehingga ia berhak atas mengais rezeki dengan profesinya sebagai pengemudi bentor.

Aturan seharusnya mengikuti perkembangan jaman, mengikuti perkembangan di masyarakat, aturan kapan saja kan bisa berubah,” tegas Parmin.