Dapat THR dan Cuti Panjang, Forpi Jogja Minta ASN Tingkatkan Kualitas Kinerja
Pemerintahan

Dapat THR dan Cuti Panjang, Forpi Jogja Minta ASN Tingkatkan Kualitas Kinerja

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Rabu (06/06) menjadi kabar menggembiarakan bagi Aparat Sipil Negara di lingkungan Pemkot Yogyakarta karena menerima THR. Adapun THR yang diterima berdasarkan beberapa komponen pembayaran yaitu gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan jabatan dan tunjangan tambahan penghasilan. Tak tanggung-tanggung, Pemkot Yogyakarta menganggarkan Rp 24 miliar guna pemberian THR ASN tersebut.

Menanggapi hal itu, merupakan Forum Pemantau Independen (Forpi) Kota Yogyakarta menyampaikan soal etos kerja ASN pasca menerima THR. Anggota Forpi Kota Yogyakarta Bidang Pemantauan dan Investigasi, Baharuddin Kamba mengatakan, dengan adanya THR yang didapatkan tersebut, diharapkan ASN mengimbangi dengan peningkatan kualitas kerja dan presensi atau kehadiran.

Apabila waktu belum pulang, jangan pulang lebih awal kecuali kalau ada hal yang mendesak dan harus sepengetahuan dari pimpinan,” katanya.

Selain itu, berkaitan dengan cuti yang ditetapkan oleh pemerintah melalui Keputusan Presiden Joko Widodo Nomor 13/2018 tentang Cuti Bersama Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2018, masa cuti kali ini terbilang lama, yaitu terhitung sejak 11 Juni hingga 20 Juni 2018. Sehingga ASN diharapkan pula nantinya pada hari masuk kerja perdana pasca libur lebaran tidak ada lagi fenomena ASN Pemkot Yogyakarta yang mangkir. 

Pada awal masuk kerja pasca libur Lebaran, Forpi Kota Yogyakarta berencana akan melakukan pemantauan tingkat kedisiplinan dan kehadiran ASN di lingkungan Pemkot Yogyakarta,” katanya.

Yang tak kalah penting, Forpi juga meminta agar pihak yang terlibat dalam proyek-proyek yang belum rampung atau yang sebelumnya gagal lelang seperti proyek IPAL Puskesmas di Yogyakarta segera merampungkan dengan proses lelang yang transparan dan akuntable. Meskipun proyek-proyek sudah dilakukan secara lelang namun potensi terjadinya pelanggaran atau kecurangan masih bisa terjadi.

Kami (Forpi Kota Yogyakarta) bersedia melakukan pemantauan proyek-proyek dengan anggaran bersumber dari APBD Kota Yogyakarta,” tandasnya.