Mahfud MD Nilai Sistem Negara Khilafah Berbahaya Bagi Bangsa Indonesia
Peristiwa

Mahfud MD Nilai Sistem Negara Khilafah Berbahaya Bagi Bangsa Indonesia

Kraton,(jogja.sorot.co)--Mantan Ketua Mahkamah Konstutusi (MK) Mahfud MD mengatakan, umat Islam Indonesia harus menerima sistem politik dan ketatanegaraan Indonesia yang berdasar Pancasila dan Undang-Undang Dasar (UUD) 1945. Sistem negara Pancasila yang berbasis pluralisme, Bhinneka Tunggal Ika, sudah kompatibel dengan realitas keberagaman dari bangsa Indonesia.

Di dalam sumber primer ajaran Islam, Al Quran dan Sunah Nabi Muhammad SAW, tidak ada ajaran sistem politik, ketatanegaraan, dan pemerintahan yang baku. Di dalam Islam memang ada ajaran hidup bernegara dan istilah khilafah, tetapi sistem dan strukturisasinya tidak diatur di dalam Al Quran dan Sunah, melainkan diserahkan kepada kaum Muslimin sesuai dengan tuntutan tempat dan zaman.

Atas ucapannya tersebut, Mahfud MD pernah mendapat lontaran pernyataan oleh seorang aktivis ormas Islam asal Blitar dengan nada agak marah. Aktivis itu ingin Mahfud MD membuktikan sistem politik dan ketatanegaraan Islam itu tidak ada. Karena menurutnya, Islam itu lengkap dan sempurna, semua diatur di dalamnya, termasuk khilafah sebagai sistem pemerintahan.

Saya tak perlu membuktikan apa-apa bahwa sistem pemerintahan Islam seperti khilafah itu tidak ada yang baku karena memang tidak ada,” jelasnya, usai menjadi narsumber diskusi Antisipasi dan Mencegah Gerakan Terorisme, Kamis sore (07/06).

Mahfus menegaskan, khilafah sebagai sistem pemerintahan adalah ciptaan manusia yang isinya bisa bermacam-macam dari waktu ke waktu dan dari tempat ke tempat. Di dalam Islam tidak ada sistem ketatanegaraan dan pemerintahan yang baku. 

Tidak ada dalam sumber primer Islam sistem yang baku. Semua terserah pada umatnya sesuai dengan keadaan masyarakat dan perkembangan zaman,” katanya.

Menurutnya, di dunia Islam sendiri sistem pemerintahannya berbeda-beda. Ada yang memakai sistem mamlakah (kerajaan), ada yang memakai sistem emirat (keamiran), ada yang memakai sistem sulthaniyyah (kesultanan), ada yang memakai jumhuriyyah (republik), dan sebagainya.

Bahwa di kalangan kaum Muslimin sendiri implementasi sistem pemerintahan itu berbeda-beda sudahlah menjadi bukti nyata bahwa di dalam Islam tidak ada ajaran baku tentang khilafah,” tambahnya

Mahfud MD juga mengatakan para pendukung sistem khilafah sering mengatakan, sistem negara Pancasila telah gagal membangun kesejahteraan dan keadilan. Padahal, semua sistem khilafah, selain pernah melahirkan penguasa yang bagus, sering pula melahirkan pemerintah yang korup dan sewenang-wenang.

Kalau itu masalahnya, maka dari sejarah khilafah yang panjang dan beragam sehingga tak jelas yang mana yang benar, itu banyak juga yang gagal dan malah kejam dan sewenang-wenang terhadap warganya sendiri,” tandasnya.

Hizbut Tahrir Indonesia yang tak bisa dibantah akan memperjuangkan berdirinya negara khilafah transnasional dari Asia Tenggara sampai Australia, menurut Mahfud MD dinilai berbahaya bagi Indonesia. Kalau ide itu, misalnya diterus-teruskan, akan terjadi perpecahan bangsa Indonesia dan internal umat Islam sendiri.

Oleh karena itu, Mahfud MD menyerukan ajakan bersatu dalam keberagaman di dalam negara Pancasila yang sistemnya sudah jelas dituangkan di dalam konstitusi. Hal itu harus diperkokoh sebagai kesepakatan luhur seluruh bangsa Indonesia.