Sepekan Terakhir, Aktivitas Kegempaan Merapi Didominasi Guguran
Peristiwa

Sepekan Terakhir, Aktivitas Kegempaan Merapi Didominasi Guguran

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Meski belakangan aktivitas Merapi terpantau landai, namun BPPTKG belum berani menurunkan status kembali ke level I Normal. Sesuai laporan aktivitas Gunung Merapi tanggal 1-7 Juni yang dirilis BPPTKG, secara umum aktivitas kegempaan mengalami peningkatan.

Terdata dalam pekan ini terjadi 5x gempa Vulkano Tektonik Dalam (VTA), 5x Vulkano Tektonik Dangkal (VTB), 18x gempa Multiphase (MP), 60x gempa guguran (RF), dan 16x gempa Tektonik (TT). Peningkatan aktivitas kegempaan terlihat dari gempa VTB, MP dan RF.

Vulkano Tektonik menujukkan rekaman gempa yang mencerminkan proses retakan batuan pada sumber dalam. Lalu adanya gempa MP menujukkan adanya proses retakan batuan pada sumber dangkal atau permukaan. Dan gempa RF mencerminkan adanya guguran batuan.

Dari sisi deformasinya Gunung Merapi terpantau secara instrumental dengan menggunakan EDM dan GPS tidak menujukkan perubahan yang signifikan dalam pekan ini. Sehingga masih pada kesimpulan yang sama, bahwa status Merapi hingga saat ini masij pada Level II Waspada.

Meski demikian, seperti yang diungkapkan oleh Kepala BPPTKG, Hanik Humaida, hingga kini sebagai rekomendasi, terkait aktivitas pendakian di Gunung Merapi sementara tidak dianjurkan. Aktivitas pendakian hanya untuk kepentingan penyelidikan dan penelitian berkaitan dengan upaya mitigasi bencana.

"Himbauan tetap sama, warga tetap waspada kemudian ya tenang terus, untuk kegiatan masih sama jarak 3 kilo,eter dari puncak tidak diperbolehkan. Akan kami pantau, kalau terjadi peningkatan akan kami sampaikan," jelas Hanik.

Himbauan yang tak kalah penting adalah masyarakat agar tidak terpancing isu-isu mengenahi erupsi Gunung Merapi yang tidak jelas sumbernya dan selalu mengikuti arahan aparat Pemerintah Daerah. Begitu juga Pemerintahan Daerah juga turut membantu memberikan sosialisasi kepada masyarakat.