Motif Dendam, Dua Pelaku Pembacokan di Jalan C Simanjuntak Diringkus Tim Progo Sakti
Hukum & Kriminal

Motif Dendam, Dua Pelaku Pembacokan di Jalan C Simanjuntak Diringkus Tim Progo Sakti

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Jajaran opsnal Polresta Yogyakarta dan Tim Progo Sakti Polda DIY berhasil menangkap dua terduga pelaku pembacokan seorang pemuda di Jalan C Simanjutkan, pada Kamis (7/6) dini hari pukul 02.30 WIB. Kedua pelaku masing-masing MW (15) warga Blunyah Rejo, Karang Waru Kecamatan Tegalrejo, dan AYT (18) warga Badran Bumijo Kecamatan Jetis.

Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini, menjelasakan, kedua pelaku ditangkap Sabtu (9/6) sekitar pukul 09.00 WIB, di Jalan Bluyahrejo Kota dan di Jalan Imogiri Barat, Bantul. Kedua pelaku yang masih berstatus sebagai pelajar SMA dan SMP itu diduga telah melakukan pembacokan terhadap korban Dwi Ramadhani Herlangga (26) warga Jalan Kelapa Sawit IV No 543 RT 3/7 Pelamongan Sari, Pedurungan, Semarang Jawa Tengah.

Peristiwa pembacokan sendiri terjadi usai korban bersama teman-temannya melakukan bakti sosial bagi-bagi makan sahur di beberapa titik wilayah Yogyakarta. Saat perjalanan pulang ke rumah kos di wilayah Sleman, korban dan saksi Muhammad Zakaria Ansyori (20), warga Klaten Jawa tengah, berboncengan melintas di perempatan Mirota Kampus Jalan C Simanjutak. Di lokasi tersebut, korban dihampiri dua pelaku yang mengendarai sepeda motor dan langsung menyerang dengan senjata tajam berbentuk bendo.

Di lokasi itu (perempatan Mirota Kampus), sekitar pukul 02.30 WIB, korban tiba-tiba diserang oleh pelaku dengan menggunakan senjata tajam. Korban bersama satu rekannya sempat berusaha menyelamatkan diri, namun korban terkena sabetan senjata tajam,” jelas AKBP Armaini, Senin (11/6/2018).

Akibat peristiwa tersebut, korban menderita luka bacok di bagian punggung sebelah kiri dengan panjang 6 centimeter sedalam sekitar 8 centimeter, sehingga menembus sampai ke organ paru-paru. Korban yang sempat dilarikan ke Rumah Sakit Dokter Sardjito, akhirnya meninggal dunia pada pukul 06.45 WIB. Saksi bersama beberapa rekannya kemudian melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Gondokusuman. 

Sementara itu, dari hasil olah TKP, penyelidikan dan keterangan saksi tentang ciri-ciri pelaku, petugas berhasil mengidentifikasi terduga pelaku. Dibantu tim Progo Sakti Polda DIY, jajaran Satreskrim Polresta Yogyakarta akhirnya berhasil meringkus kedua terduga pelaku yang sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka.

Dari hasil pemeriksaan sementara, diduga kuat motif pelaku nekat melakukan aksi pembacokan tersebut karena dendam. Kepada penyidik, tersangka AYT mengaku pernah menjadi korban penganiayaan oleh sekelompok pemuda dengan menggunakan senjata gir motor. Hanya berdasarkan jenis sepeda motor yang mirip dengan sekelompok pemuda yang menyerangnya, tersangka kemudian nekat melakukan pembacokan kepada korban Dwi Ramadhani Herlangga.

Berbekal ciri-ciri sepeda motor, pelaku kemudian berusaha untuk mencari pelaku pelemparan gir. Namun, ia salah sasaran karena korban pembacokan bukanlah pelaku yang pernah menyerang tersangka. Dalam aksi itu, tersangka AYT berperan sebagai eksekutor, sedangkan tersangka MW berperan sebagai pengendara sepeda motor jenis Honda Beat,” tambah Kapolresta.

Selain mengamankan kedua tersangka, petugas juga turut mengamankan sebilah senjata tajam jenis bendo dengan panjang bendo 40 centimeter, satu buah kaos oblong warna merah dan satu unit sepeda motor Honda Beat warna hitam dengan nomor polisi AB 2411 WI. Atas perbuatannya, AYT akan dijerat Pasal 351 ayat 3 KHUP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia, sedangkan tersangka MW kita kenakan pasal 351 ayat 3 KUHP Jo pasal 56 KUHP karena turut serta melakukan perbuatan pidana.