Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan dan Perampasan Handphone di Warung Burjo
Hukum & Kriminal

Polisi Bekuk Pelaku Pembacokan dan Perampasan Handphone di Warung Burjo

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Tim Opsnal Polresta Yogyakarta dan Tim Progo Sakti Polda DIY berhasil menangkap tiga terduga pelaku tindak pidana kekerasan atau perampasan handphone di sebuah warung burjo Jalan Kapten Piere Tendean Kecamatan Wirobrajan, pada Kamis (7/6) dini hari pukul 00.45 WIB. Ketiga pelaku masing-masing DMS (19) dan YG (19), warga Celeban Umbulharjo Kota, serta SVR (16) warga Prawirodirjan Gondomanan.

Kapolresta Yogyakarta, AKBP Armaini, menjelasakan, ketiga pelaku ditangkap pada Jumat (8/6) sekitar pukul 23.00 WIB di wilayah Celeban Umbulharjo. Ketiga pelaku yang masih berstatus pelajar SMP dan SMA ini diduga telah melakukan kekerasan dan perampasan handphone milik korban Alif Rakhan (16) warga Serangan Ngampilan.

Peristiwa itu terjadi pada hari Kamis dini hari saat itu korban bersama temannya Zainul Arifin (17) warga Serangan Ngampilan, membeli rokok dan kopi di Warung Burjo Pandawa 4 Jalan Kapten Piere Tendean,” ucapnya Selasa (12/6/2018).

Sesampainya di warung burjo saksi Zainul Arifin masuk ke dalam warung untuk memesan kopi sedangkan korban duduk di depan warung sambil bermain handphone. Tidak berselang lama, tiba-tiba datang rombongan laki-laki dengan mengendarai sepeda motor saling berboncengan dan diantara beberapa rombongan tersebut terlihat mengeluarkan senjata tajam. 

Rombongan tersebut yang mengendarai sepeda motor Kawasaki KLX dan Honda Scopy yaitu 2 orang laki-laki yang membonceng langsung turun dan mendatangi korban dan kemudian menanyakan korban sekolah dimana,” lanjut AKBP Armaini.

Mendapatkan pertanyaan tersebut, korban lantas menjawab bahwa korban masih sekolah SMP namun salah satu pelaku tersebut tidak percaya dan langsung meminta 1 buah handphone milik korban yang langsung dimasukkan ke dalam saku pelaku tersebut. Ia kemudian melakukan pembacokan dan mengenai kaki korban. Pelaku lainnya kemudian membacok korban pada bagian lengan kiri. Setelah membacok dan menguasai handphone milik korban, para pelaku lantas kabur meninggalkan korban.

Akibat peristiwa tersebut, korban selanjutnya mendapatkan perawatan di rumah sakit. Sedangkan saksi melaporkan peristiwa yang menimpa temannya ke kantor Polsek Wirobrajan. Usai menerima laporan tersebut, jajaran Satrekrim Polsek Wirobrajan, Tim Opsnal Polresta Yogyakarta dan Tim Progo Sakti Polda DIY kemudian melakukan penyelidikan terhadap rombongan pelaku.

Dari hasil penyelidikan, Sat Reskrim Polresta Yogyakarta mengamankan sebanyak 11 orang laki-laki yang diduga sebagai rombongan yang mendatangi korban. Dari hasil pemeriksaan dan proses penyidikan, akhirnya ditetapkan sebagai tersangka berjumlah 3 orang sebagai pelaku dalam peristiwa tersebut,” lanjut Kapolresta Yogyakarta.

Dalam menjalankan aksinya, tersangka DMS berperan sebagai eksekutor yang meminta handphone milik korban dan tersangka DMS juga mempunyai peran sebagai orang yang membacok korban ke arah kaki kiri. Untuk tersangka YG berperan sebagai orang yang mengendarai sepeda motor honda Scopy (jongki) dan memboncengkan tersangka DMS. Sedangkan tersangka SVR mengendarai KLX berperan sebagai eksekutor yang membacok korban ke arah lengan kiri.

Ketiga orang tersangka akan kita jerat pasal 76 C Jo Pasal 80 ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak atau Primair Pasal 368 KUHP Subsidair Pasal 170 KUHP,” tandasn Kapolresta.