Tagih Janji, Pengemudi Bentor Jogja Kembali Surati Pemda DIY
Peristiwa

Tagih Janji, Pengemudi Bentor Jogja Kembali Surati Pemda DIY

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Berdasarkan kesepakan yang digalang antara Pemda DIY, Dishub DIY dan pengemudi bentor, batas akhir operasi bentor adalah pada tanggal 23 Juni lalu. Selepas itu, sesuai kesepakatan akan ada penertiban yang dilakukan pihak kepolisian kepada pengemudi bentor yang beroperasi. Selain itu, Pemda DIY telah berkomitmen memberikan lapangan kerja kepada ribuan pengemudi bentor.

Namun fakta di lapangan, bentor-bentor masih bebas beroperasi dan masih nihil upaya penertiban. Bahkan para pengemudi bentor akan merapatkan barisan lagi jika penertiban bentor dilakukan, karena tawaran solusi untuk memberikan lapangan pekerjaan belum nampak hasilnya.

Sebagai kuasa hukum dari pengemudi bentor yang tergabung dalam Paguyuban Bentor Motor Yogyakarta (PBMY), Yogi Zul Fadhli dari LBH Yogyakarta, menyampaikan, pada Senin (25/06), pihak paguyuban telah mengirimkan surat ke Pemda DIY. Dalam surat tersebut, paguyuban meminta untuk kembali melakukan audiensi dengan Pemda DIY dan jajaran terkait.

Ketika audiensi Pemda DIY sudah berkomitmen memberikan solusi berupa adanya prototipe bentor. Besok kalo ke Pemda DIY pengen menagih janji soal solusi itu,” jelas Yogi.

Menurutnya, razia tidak boleh serta merta dilakukan kepada pengemudi bentor tanpa dibarengi dengan solusi yang kongkret. Komitmen awal, Dishub DIY Alan mengajak kawan paguyuban duduk bersama membicarakan soal model bentor yang kemudian dinilai layak secara hukum. 

Harus didorong ini pemerintah, pemerintah harus komitmen dengan apa yang disampaikan,” tambahnya.

Jika ditarik ke belakang, menurut Yogi persoalan bentor sudah ada sejak di tahun 2003. Dengan dikeluarkannya Surat Edaran Guberbur DIY yang menyatakan secara substansi adanya larangan operasi bentor di wilayah DIY. Namun, soal pembahasan prototype baru dimunculkan belakangan ini. Bahkan LBH sudah mendampingi pengemudi yang terkena razia sekitar 8 tahun.

Tidak hanya waktu belakangan ini saja, 8 tahun bolak balik ke Polres, Polsek, untuk melepaskan bentor-bentor temen-temen,” tandasnya.

Yogi menambahkan, tidak bisa dipungkiri prototype bentor saat ini memang begitu adanya. Namun, pihak pengemudi bentor tidak lantas bisa disalahkan. Masalahnya ada pada pemangku kebijakan untuk membuat rancang bangun yang layak bagi bentor.