Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembacokan Remaja 15 Tahun di Jalan Bausasran
Hukum & Kriminal

Polisi Ringkus Dua Pelaku Pembacokan Remaja 15 Tahun di Jalan Bausasran

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Jajaran Unit Reskrim Polsek Danurejan dan Opsnal Polresta Yogyakarta berhasil meringkus 2 orang pelaku pembacokan di Jalan Bausasran, Kecamatan Danurejan, Jumat (22/6) sekitar pukul 01.00 WIB. Kedua pelaku masing-masing berinisial SNM (17), warga Gondomanan dan AHP (15) warga Kasihan Bantul.

Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini mengatakan, aksi pembacokan itu menimpa korban Labaisya Bintang (15), warga Kelurahan Pringgokusuman, Kecamatan Gedongtengen. Korban mengalami luka sobek sepanjang 15 centimeter pada bagian kening dan harus mendapatkan perawatan medis di Rumah Sakit Bethesda.

Pengungkapan kasus ini sendiri berawal dari keterangan dari saksi dan korban terkait permasalahan yang sedang dihadapi. Selain itu, saksi juga memberikan keterangan mengenai ciri-ciri pelaku dan kendaraan yang digunakan saat melakukan aksinya. Dari hasil penyelidikan dan pengembangan di lapangan, petugas berhasil mengidentifikasi pelaku dan berhasil menangkapnya keduanya.

Anggota berhasil menangkap SNM di wilayah Bantul pada Minggu (24/6) sekitar pukul 14.30 WIB. Selanjutnya pelaku AHP ditangkap di rumahnya pada pukul 17.00 WIB. Dalam aksinya tersebut, pelaku AHP berperan sebagai pengendara sepeda motor, dan SNM selaku eksekutor,” jelas AKBP Armaini, Senin (25/6).

Adapun alasan pelaku melakukan penyerangan terhadap pelaku karena dilatarbelakangi oleh permasalahan seputar perempuan. Sebelumnya, korban bersama teman-temannya berencana melakukan pertemuan dengan pelaku dan kelompoknya untuk menyelesaikan masalah tersebut. Namun, setelah ditunggu di simpang empat gayam, pelaku tidak kunjung datang akhirnya korban bersama teman-temannya pulang. 

Di tengah perjalanan pulang, kelompok korban diserang oleh sekelompok pengendara seped amotr yang belakangan diketahui merupakan kelompok dari pelaku,” jelasnya.

Atas perbuatannya, kedua pelaku bakal dijerat dengan pasal 170 KUHP dan Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang perlindungan anak. Keduanya terancam hukuman penjara di atas 7 tahun.