Digugat Mantan Karyawan, Pengusaha Salon Kecantikan Diwajibkan Membayar Uang Pesangon
Hukum & Kriminal

Digugat Mantan Karyawan, Pengusaha Salon Kecantikan Diwajibkan Membayar Uang Pesangon

Umbulharjo,(jogja.sorot.co)--Sidang putusan atas gugatan perselisihan hak yang diajukan oleh dua pekerja Topsy Salon digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi dan Hubungan Industrial Yogyakarta, Selasa (26/06). Kedua penggugat yang merupakan pekerja Topsy Salon telah di putus hubungan kerjanya oleh tergugat dalam hal ini Topsy Salon sebelum masa kontrak habis.

Kedua penggugat yakni Theresia Isworowati dan Desniati Munawaroh. Seperti yang diungkapkan oleh penggugat 1, Theresia Isworowati, kejadian bermula dari adanya keterlambatan gaji. Sehingga ia menuliskan kekesalannya melalui status yang intinya bernada bahwa karyawan diminta tertib tapi dirinya sendiri tidak tertib. Yang akhirnya diketahui oleh supervisor dan ditunjukkan ke owner. Hingga pada April 2017 lalu, mendapat pesan singkat perihal PHK secara eksplisit.

Saya dapat pesan intinya saya dan desi tidak boleh menginjakkan kaki karena bukan karyawan lagi. Kontrak saya 5 tahun, baru berjalan 2 tahun. Dan desi 3 tahun baru 7 bulan,” jelasnya, Selasa (26/06)

Selain pesangon dan sisa kontrak yang belum dibayarkan oleh tergugat, Theresia juga memasukkan point penahanan ijazah dalam gugatannya. Pasalnya, ia juga menyayangkan pihak tergugat karena selain menahan ijazah SMK nya dan ijazah S1 milik Desniati Munawaroh, tergugat juga memindahtangankan ijazah tersebut tanpa pemberitahuan pemilik dokumen. 

Dalam persidangan yang pimpin oleh Hakim Ketua Cokro Hendro Mukti, dinyatakan bahwa Majelis Hakim mengabulkan sebagian gugatan para penggugat dan telah dinyatakan bahwa tergugat melakukan PHK kepada penggugat. Selanjutnya sebagai hukuman, Hakim Ketua menyampaikan menghukum tergugat untuk membayar uang kompensasi akibat hubungan hubungan kerja.

Menghukum tergugat untuk membayar uang kompensasi akibat pemutusan hubungan kerja total Rp. 13.325.143 dengan rincian penggugat Theresia Isworowati sebesar Rp. 9.993.457 dan penggugat Desniati Munawaroh Rp. 3.331.286,” kata Hakim Ketua.

Dalam sidang juga dinyatakan bahwa eksepsi atau pemberatan/penolakan dari tergugat dinyatakan ditolak sepenuhnya. Dijumpai usai persidangan, pihak tegugat yang diwakilkan oleh Harsito dan Yusuf Akbar enggan memberikan secuil komentar tentang hasil putusan majelis hakim.

Sementara itu, dari pihak penggugat angkat bicara soal hasil putusan. Sekjen Aliansi Buruh Yogyakarta Menurut Kirnadi, tidak semua gugatan dikabulkan oleh Majelis Hakim. Yang dikabulkan adalah soal pesangon dan PHK. Sedangkan tuntutan yang tidak dikabulkan adalah tentang penanganan ijazah.

Dalam persidangan juga disampaikan bahwa rekomendasi dari Majelis Hakim harus ada upaya hukum lain. Hal ini berarti bukan menjadi kewenangan Pengadilan Tipikor dan Hubungan Industrial Yogyakarta untuk menangani ijazah.

Itu tindak pidana yang wajib kita laporkan pihak kepolisian. Karena tanpa ada perjanjian, tanpa ada kesepakatan dari pihak tergugat, menahan dan mengalihkan ijazah para penggugat ke orang lain tanpa sepengetahuan,” jelas Kirnadi.

Ia menambahkan, setelah mengetahui hasil putusan dari Pengadilan selama 14 hari, hasilnya selanjutkan akan dijadikan bukti ke pihak penyidik untuk disampaikan penggugat bahwa perkara tersebut adalah perkara penggelapan ijazah.