Demam Piala Dunia, Penyandang Tunanetra Ikuti Acara Dengar Bareng
Peristiwa

Demam Piala Dunia, Penyandang Tunanetra Ikuti Acara Dengar Bareng

Gondokusuman,(jogja.sorot.co)--Musim Piala Dunia Rusia 2018 pasti identik dengan agenda nonton bareng. Namun tidak demikian dengan kegiatan yang digelar oleh salah satu radio siaran publik milik pemerintah Indonesia yang menggagas acara dengar bareng siaran Piala Dunia di Rusia. Kegiatan ini diselenggarakan bagi kaum disabilitas, khususnya tunanetra.

Animo kaum disabilitas yang didominasi tunanetra terlihat saat digelar acara dengar bareng di gedung Yayasan Mardi Wuto, Rabu (27/06) malam. Sekitar 40 kaum disabilitas yang mayoritas mengaku suka olahraga sepakbola ini sangat antusias ketika mendengarkan siaran langsung pertandingan dari grup F yakni Jerman melawan Korea Selatan. Bahkan sebelum siaran dimulai, banyak dari mereka yang memprediksi skor akhir.

Pemenuhan hak mendapat hiburan bagi kaum disabilitas ini dipandang oleh kaum disabilitas adalah gagasan yang baik. Seperti yang dirasakan oleh salah seorang tunanetra bernama Tugiro (46). Menurutnya, ia menyukai atmosfer dengar bareng pertandingan yang baru direalisasikan sekali ini. Pasalnya ia bisa bertukar pendapat antar satu sama lain. Meskipun ia sendiri pun bisa mendengarkan siarannya di rumah.

"Kalo saya sejak dulu suka, tapi ya bagaimana sayangnya di TV pakai bahasa inggris. Kalau di radio pakai bahasa Indonesia. Saya jadinya dengarkan di radio. Namun untuk perbaikan teknis, kalau bisa pemancar diperjelas. Karena suara pendengar lebih keras dari siaran radio. Jadi tidak begitu jelas," kata Tugiro.

Meski begitu, ia sangat menikmati siaran pertandingan antara Jerman dan Korea Selatan yang cukup kuat itu. Tak jarang, ketika komentator di siaran radio bergejolak, para disabilitas turut bersorak layaknya mereka melihat pertandingan langsung. Ada yang memprediksi skornya 2-0 untuk Jerman, ada pula, seperti Tugiro yang memprediksi 2-2 karena kedua tim dianggap sama-sama kuat meski nama Jerman lebih mencuat. 

Para disabilitas yang beberapa di antaranya adalah asuhan yayasan Mardi Wuto dan komunitas braille'iant ini pun bisa mendapat hak yang sama dengan orang awas penggila bola. Sebagai radio milik pemerintahan Indonesia yang mendapat lisensi menyiarkan pertandingan piala dunia, memang sudah sepatutnya mengakomodir kaum disabilitas.

Hingga sorak/sorak pendengar beberapa kali membuat gelak tawa orang awas yang ikut mendengarakan siaran. Mayoritas pendengar yang menjagokan Jerman, akhirnya harus puas dengan skor terakhir 2-0 untuk Korea Selatan. Dengan dua gol yang dicetak pemain Korea Selatan di menit-menit terakhir pertandingan.