Lakukan Pembacokan, Dua Remaja di Bawah Umur Diciduk Polisi
Hukum & Kriminal

Lakukan Pembacokan, Dua Remaja di Bawah Umur Diciduk Polisi

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Dua pelaku penganiayaan dengan senjata tajam diamankan oleh jajaran Unit Reskrim Polsek Jetis dan tim Opsnal Polresta Yogyakarta. Kedua pelaku masing-mising berinsial KA (14), warga Terban Kecamatan Gondokusuman dan DTW (16) warga Sinduadi Kecamatan Mlati Sleman.

Kapolresta Yogyakarta AKBP Armaini mengungkapkan kedua pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban bernama Fildzah Syahri Ramadhan (15), warga Demakan kecamatan Tegalrejo Kota Yogyakarta. Aksi penganiayaan dilakukan di Jalan Magelang Yogyakarta pada Sabtu 2 Juni 2018 malam sekitar pukul 03.00 WIB.

Pelaku membacok korban menggunakan senjata tajam berupa celurit di sekitar perempatan lampu merah Pingit Jalan Magelang,” ucapnya saat temu media di Mapolresta Yogyakarta Kamis (28/6).

Dijelaskan, kejadian tersebut bermula saat korban bersama teman-temannya yang berjumlah 3 orang pergi untuk mencari makan sahur. Sesampainya di perempatan Pingit Jalan Magelang, korban tiba-tiba didekati rombongan yang tidak dikenal yang mengendarai 4 sepeda motor. 

Tanpa sebab yang jelas, tiba-tiba pelaku yang diketahui berinisial KA menyabetkan senjata tajam ke arah korban yang mengenai tangan korban. Korban dan teman-temannya berusaha menyelamatkan diri dan kabur dari lokasi kejadian dengan meninggalkan sepeda motor milik korban.

Setelah kondisi dianggap aman rombongan kroban kemudian mendatangi lokasi kejadian untuk mengambil sepeda motornya yang tertinggal. Saat ditemukan, motor korban sudah dalam keadaan rusak. Korban bersama teman-temannya kemudian melaporkan kejadian itu ke Polsek Jetis.

Kita lakukan penyelidikan dan berhasil mengidentifikasi pelakusesuai dengan cirri-ciri yang disampaikan oleh korban dan saksi. Pelaku KA di rumah neneknya di Patran, Gamping pada Senin 11 Juni 2018 dan pelaku DTW diamankan beberapa jam kemudian di rumahnya,” jelas Kapolsek.

Dari hasil pemeriksaan sementara, kedua pelaku nekat melakukan aksi pembacokan karena alasan dendam karena temannya pernah menjadi korban penganiayaan oleh kelompok remaja. Namun, pelaku dengan acak melakukan penyerangan kepada kelompok korban dan teman-temannya.