Elisabeth Risyana, Sukses Jadi Perawat Spesialis di Belanda
Pendidikan

Elisabeth Risyana, Sukses Jadi Perawat Spesialis di Belanda

Jogja,(jogja.sorot.co)--Menjadi sukses di luar negeri tentu menjadi mimpi banyak orang. Selain dapat membanggakan negeri sendiri, juga dapat menjadi motivasi dan memberi kontribusi ilmu kepada warga tanah air.

Seperti Elisabeth Risyana Putri salah satunya, yang sukses menekuni profesinya di negeri kincir angin, Belanda. Alumni STIKES Bethesda tahun 2003 ini, sekarang bekerja sebagai perawat spesialis dan asisten dokter di salah satu rumah sakit bergengsi di Amsterdam, Viva Zorg Groep Beverwijk.

Tak ada yang menyangka, kesuksesannya yang kini diraih rupanya tak langsung didapat begitu saja. Karirnya di negeri bunga tulip dimulai sejak tahun 2008 dengan mengawalinya sebagai AU pair atau baby sitter. Peluang itu didapat saat ia masih bekerja sebagai perawat bagian emergency di Rumah Sakit Siloam dan sedang mengantar pasien pulang ke Pert Australia.

Namun, pekerjaan tersebut tak lantas membuatnya puas. Pasalnya, bekerja sebagai AU pair hanya sebagai pintu gerbang baginya untuk berkarir dan menetap di Belanda. Ingin sukses di negeri orang, Elisabeth lantas meninggalkan pekerjaannya di tahun 2010 untuk beralih profesi menjadi perawat di Rivalidasi Centrum Amsterdam.

Bagi saya, untuk menjadi perawat yang sukses harus berani menunjukkan eksistensi dimana pun dan kapan pun kesempatan itu ada. Menurut saya tidak ada yang aneh memilih pekerjaan sebagai AU pair,” terang dia, Kamis (05/07/2018).

Bukan Elisabeth Risyana Putri namanya jika cepat puas dan tidak menyukai tantangan. Berpindah-pindah pekerjaan dilakoni sebelum akhirnya bekerja di tempatnya yang sekarang. 

Seperti September 2011 ia bekerja di sebuah panti jompo bagian psycho geriatry. Kemudian pada Maret 2012 ia pindah kerja di RS Amsterdam bagian rawat inap dewasa. Sempat off dari pekerjaan selama empat bulan karena melahirkan, pada Desember 2013 Elisabeth kembali aktif bekerja di Viva Zorg yang dijalaninya hingga sekarang.

Berkat keuletannya dalam bekerja, Elisabeth berhasil menjadi perawat teladan di Viva Zorg dan dipercaya sebagai asisten dokter di rumah sakitnya. Bahkan ditengah kesibukannya, ia sempat meluangkan diri bekerja sebagai manager store di Zara, sebuah perusahaan fashion dari Spanyol yang berkantor pusat di Amsterdam.

Dengan kesibukan saya ini memang konsekuensinya waktu dengan keluarga sedikit. Saya hanya punya waktu dengan anak beberapa jam saja. Tapi lebih menghargai kesempatan yang diberikan untuk menghabiskan waktu bersama anak,” ungkap dia.

Saat ini, Elisabeth dan keluarga kecilnya tinggal di Beverwijk, Belanda dan mempunyai rumah lain di Oslo, Norwegia. Dari hasil pernikahannya dengan Yngve Sivle Pettersen, seorang kapten kapal pesiar berkewarganegaraan Norwegia, dikaruniai seorang anak bernama Samuel Risyanto Pettersen yang telah berusia empat tahun.

Saya yakin mahasiswa STIKES Bethesda punya motivasi dan kepercayaan diri untuk menjadi kompetitor tangguh di luar negeri. Kalau saya bisa, mengapa tidak dengan adik-adik tingkat. Yang penting ada kepercayaan diri dan kemauan untuk mengalahkan tantangan,” tegas Elisabeth.