Gelar Deklarasi Kraton Kilen, PWI Ingin Pers Kembali ke Pancasila
Peristiwa

Gelar Deklarasi Kraton Kilen, PWI Ingin Pers Kembali ke Pancasila

Kraton,(jogja.sorot.co)--Sebanyak 20 Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dari seluruh Indonesia sowan (berkunjung) ke Keraton Kilen, Komplek Keraton Nagyogyakarta, Jumat (6/7) malam. Tujuan rombongan ini untuk bertemu dan berdiskusi dengan Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X.

Menyikapi perkembangan pers di tanah air yang cukup memprihatinkan, dalam kesempatan itu PWI juga menggelar Deklarasi Kraton Kilen. Isi deklarasi ini sendiri merupakan komitmen penting dari insane pers agar menjalankan tugas-tugas jurnalistik dengan berdasarkan Pancasila.

Ketua PWI DIY, Sihono HT mengungkapkan deklarasi ini sebagai bentuk keprihatinan para pengurus PWI dari seluruh Indonesia yang seharusnya dinikmati oleh rakyat, tidak berjalan dengan semestinya. Saat ini, lanjut Sihono, kebebasan Pers justru dinikmati dan dimanfaatkan oleh para pengusaha dan politikus yang berkepentingan.

"Sedianya deklarasi akan diikuti sebanyak 34 Ketua PWI dari seluruh Provinsi Indonesia. Namun karena berbagai kendala, maka yang hadir di sini hanya ada 20 orang ketua PWI saja," ucapnya.

Nantinya, tambah Sihono, tindak lanjut dari deklarasi ini, PWI akan mendirikan pusat pendidikan dan pengembangan pers Pancasila di Yogyakarta yang akan ada di Jalan Gambiran. 

Menanggapi hal tersebut, Gubernur DIY, Sri Sultan Hamengku Buwono X sangat mengapresiasi langkah dan tindakan PWI yang diambil. Menurut Sultan, nilai-nilai luhur Pancasila harus diterapkan kepada smeua elemen bangsa dalam seluruh sendi kehidupan.

"Dengan adanya deklarasi tersebut, saya sangat berharap, pers ini bisa menjadi kekuatan ke empat di luar eksekutif, legislatif dan yudikatif," tandas Sultan.

Beberapa poin deklarasi tersebut yakni, pertama Wartawan Indonesia menghargai pluralisme, toleransi, dan keberagaman dalam menghasilkan karya jurnalistik. Kedua, Wartawan Indonesia akan terus mengobarkan semangat gotong royong, solidaritas, saling berbagi, dan tolong menolong di antara elemen bangsa.

Ketiga, wartawan Indonesia mengutamakan kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi dan golongan. Keempat, wartawan Indonesia menghargai musyawarah mufakat dan tidak akan memaksakan kehendak dalam mengambil keputusan.

Kelima, wartawan Indonesia siap mencerdaskan masyarakat dengan liputan inspiratif, berdasarkan nilai-nilai Pancasila.