Polisi Bongkar Penipuan Modus Tukar Uang Receh Pakai Kwitansi Bodong
Hukum & Kriminal

Polisi Bongkar Penipuan Modus Tukar Uang Receh Pakai Kwitansi Bodong

Tegalrejo,(jogja.sorot.co)--Jajaran Unit Reskrim Polsek Tegalrejo, berhasil mengungkap kasus penipuan dengan kedok penukaran uang pecahan. Aksi ini dilakukan oleh tersangka berinsial CW (48), warga Pulo Geulis Babakan Pasa Kota Bogor Tengah, Bogor, Jawa Barat. Sedangkan korban atas nama Reno Dwi Prastyo (24), warga Gayam RT 005/RW 003 Kelurahan Puluhan Kecamatan Trucuk, Klaten Jawa Tengah.

Kapolsek Tegalrejo Kompol Ardiansyah melalui Kanit Reskrim Polsek Tegalrejo AKP Suwanto menjelaskan, aksi penipuan dilakukan oleh tersangka dengan berpura-pura menawarkan penukaran pecahan kepada korban. Setelah korban menyetujui untuk menukarkan uang tersebut, pelaku kemudian memberikan kwitansi untuk menukar uang receh di sebuah apotek. Korban baru sadar setelah mengetahui kwitansi tersebut kosong karena tidak dapat dicairkan.

Awalnya pelaku CW menawarkan penukaran uang kepada korban senilai Rp 5 juta untuk ditukar dengan pecahan yang lebih kecil. Korban yang sudah mengenal pelaku akhirnya menyetujui dan bertemu di sebuah rumah makan di Jalan AM Sangaji, pada Kamis 8 Februari 2018 untuk menukar uang tersebut,” jelas AKP Suwanto, Selasa (24/7/2018).

Sesampainya di rumah makan tersebut, korban langsung menyerahkan uang senilai Rp 5 juta kepada pelaku. Selanjutnya pelaku memberikan kwitansi atas nama Anto sebagai karyawan Apotek di Jalan Monjali, untuk penukaran uang pecahan receh di apotek tersebut. Korban pun pergi ke apotek yang dimaksud untuk menukarkan uang pecahan receh menggunakan kwitansi tersebut. 

Namun saat korban menyerahkan kwitansi tersebut, pihak apotek mengaku tidak ada karyawan bernama Anto sesuai dengan yang tertulis di kwitansi tersebut. Sadar sudah menjadi korban penipuan, korban kemudian bergegas kembali ke rumah makan di Jalan AM Sangaji untuk menemui pelaku. Sesampai di rumah makan tersebut, pelaku sudah tidak ada di lokasi.

Dari rekaman di cctv rumah makan tersebut, pelaku pergi naik taksi warna putih. Atas peristiwa itu korban lantas melaporkannya ke Mapolsek Tegalrejo,” lanjutnya.

Sementara itu, pada Sabtu 21 Juli 2018 pelaku kembali beraksi dengan mendatangi ke sebuah minimarket di daerah Timoho Umbulharjo. Pelaku menawarkan kepada karyawan minimarket tersebut untuk menukar uang uang receh senilai Rp 3,6 juta. Sama seperti modus sebelummya, pelaku meminta uang dan menukarnya dengan kwitansi bodong untuk ditukarkan di apotek di Jalan Monjali.

Karena merasa curiga, karyawan minimarket kemudian menelepon dan mengirimkan foto wajah pelaku ke atasannya (saksi). Saksi kemudian teringat kasus penipuan yang menimpa temannya (korban) dengan modus penukaran uang. Seketika itu ia kemudian mengirimkan foto wajah pelaku ke korban dan membenarkan foto yang dikirim adalah orang yang telah melakukan penipuan di rumah makan Jalan AM Sangaji.

Saksi bersama korban kemudian mendatangi minimarket itu untuk mengamankan pelaku. Selanjutnya menyerahkan pelaku ke Mapolsek Tegalrejo. Saat ini penyidik masih mendalami kasus ini dan untuk mengungkap apakah ada TKP lainnya,” tandasnya.