Tekan Harga Daging Ayam, Disperindag DIY Gelar Operasi Pasar
Ekonomi

Tekan Harga Daging Ayam, Disperindag DIY Gelar Operasi Pasar

Jetis,(jogja.sorot.co)--Dinas Perindustrian dan Perdagangan DIY menggelar operasi pasar komoditas daging ayam ras di 3 pasar tradisional di Kota Yogyakarta. Operasi pasar digelar masing-masing di Pasar Kranggan, Pasar Beringharjo, dan Pasar Demangan, selama sepekan ke depan berturut-turut.

Operasi digelar bekerjasama dengan Kadin (Kamar Dagang dan Industri Indonesia,) DIY dan rumah potong ayam terbesar di DIY yakni RPA Saliman. Menurut pemilik RPA Saliman, Suciati Saliman, dalam operasi pasar ini setiap pasar mendapatkan jatah sebanyak 500 kilogram daging ayam. Daging dibagi dalam dua varian pilihan yakni ayam utuh dan ayam potong kiloan.

Dalam operasi pasar ini harga yang dibanderol sebesar Rp 32.000 per kilogram. Sedangkan harga di pasaran masih di kisaran Rp 45-50 ribu,” jelasnya Kamis (26/7/2018).

Kenaikan harga ayam saat ini, lanjut Suciati Saliman, memang dipengaruhi oleh beberapa faktor, di antaranya terkait kebijakan pemerintah pada tahun 2015 tentang pembatasan jumlah DOC atau anakan ayam. Kebijakan itu akhirnya berimbas pada peternakan ayam yang kesulitan untuk mencari bibit ayam, sehingga stok daging ayam terbatas. 

Faktor kedua yakni kenaikan dolar yang berimbas pada kenaikan harga pakan dan faktor yang ketiga adalah aturan tidak diperbolehkannya penggunaan zat pembesar ayam ADP yang menyebabkan panen ayam akan mundur 2-3 hari.

Di satu sisi, saya sangat mendukung langkah pemerintah ini, agar harga ayam bisa kembalu turun, sehingga masyarakat bisa mendapatkan harga ayam secara wajar sekaligus langkah ini bisa menekan angka inflasi,” lanjut Suciati Saliman

Sementara itu berdasarkan pantauan lapangan di Pasar Kranggan Kota Yogyakarta, harga ayam per kilogram masih di kisaran Rp 45 ribu. Mengingat belum banyak masyarakat yang mengetahui informasi adanya operasi pasar ini, menyebabkan masih banyak pedagang yang mengambil stok dagangan yang banyak dengan harga pasaran.

Ini menyebabkan harga yang dijual ke konsumen masih tinggi,” tandasnya.