Sultan HB X Ikuti Dhahar Kembul Tumpeng di Malioboro
Peristiwa

Sultan HB X Ikuti Dhahar Kembul Tumpeng di Malioboro

Gondomanan,(jogja.sorot.co)--Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X bersama GKR Hemas dan Wakil Gubernur Sri Paduka Paku Alam mengikuti acara dhahar kembul bersama tumpeng di Malioboro, Selasa (7/8/2018). Tak hanya itu, bupati/walikota, jajaran TNI, dan Polri, juga tampak membaur bersama masyarakat yang memadati area kawasan Malioboro.

Selain itu, tapak juga beberapa tokoh di antaranya mantan Ketua MK Mahfud MD dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan tokoh lainnya.

Acara dhahar kembul diawali dengan pemotongan tumpeng oleh Sri Sultan Hamengku Buwono X kemudian diserahkan kepada Mahfud MD mewakili masyarakat. Selanjutnya seluruh masyarakat yang hadir menyantap menu tumpeng yang sudah disiapkan oleh panitia.

Dalam sambutannya, Sultan mengungkapkan, kegiatan dhahar kembul merupakan wujud kebersamaan antara para pejabat dengan masyarakatnya, sehingga tidak ada jarak antara masyarakat dan pimpinannya.

Peristiwa malam hari ini, memperlihatkan karakter sesungguhnya dari warga masyarakat Yogyakarta, yang gemar membaur di setiap momentum, serta wujud kedekatan para pemimpin,” ujar Sultan.

Selain itu, sebagai daerah yang sejak awal telah menyatakan bergabung dengan Indonesia, Daerah Istimewa Yogyakarta sepenuhnya tunduk dan patuh terhadap ideologi dan dan Undang-Undang yang berlaku. Sehingga, ia berharap jangan sampai ada masyarakat yang mengingkarinya. 

Saya berharap dengan kawula (masyarakat) Ngayogyakarta jangan sampai mengkhianati Pancasila karena sampai kapanpun Yogyakarta merupakan bagian dari Indonesia,” ucapnya.

Di sisi lain, Sultan juga berpesan kepada warga masyarakat Yogyakarta agar selalu menjaga kebersamaan dimanapun berada guna membangun masa depan. Pasalnya, kebersamaan merupakan karakter warga masyarakat Yogyakarta dan harus terus ditanamkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Sementara itu, dalam acara dhahar kembul bersama ini sendiri pihak panitia menyiapkan sekitar 350 tumpeng yang merupakan sumbangan dan instansi pemerintah maupun swasta dan berbagai elemen masyarakat. Tumpeng-tumpeng tersebut dibagikan di 17 titik, masing-masing titik disediakan sekitar 15 tumpeng untuk dinikmati masyarakat.