Modus Menawarkan Tanah, Kakek Gondol Uang Puluhan Juta
Hukum & Kriminal

Modus Menawarkan Tanah, Kakek Gondol Uang Puluhan Juta

Kotagede,(jogja.sorot.co)--Anggota Unit Reskrim Polsek Kotagede berhasil membongkar dan mengamankan pelaku penipuan dan penggelapan. K (60) warga Candi, Bandungan, Semarang, Jawa Tengah diamankan pada Rabu (08/08) sekitar pukul 16.00 WIB di rumahnya.

Kapolsek Kotagede, Kompol Abdul Rochman didampingi oleh Panit Reskrim Polsek Kotagede, Ipda Bambang mengungkapkan, kejadian tersebut bermula saat korban Suryanto (46) warga Giwangan UH 7/19 B RT 01 Rw 01, Giwangan, Umbulharjo Yogyakarta bertemu dengan Maliko dan Supri. Namun saat ini kedua saksi tersebut sudah meninggal. Pada saat itu korban berniat membeli tanah kemudian korban dibawa ke rumah saudara pelaku.

Setelah bertemu ditawari sebidang tanah yang terletak di Sampangan, Wirokerten, Banguntapan, Bantul seluas 494 meter, ucap Kapolsek, Jumat (10/08/2018).

Saat itu terjadi kesepakatan harga sebesar Rp 100 juta antara korban dengan pelaku. Korban menyerahkan uang Rp 30 juta guna digunakan untuk uang tanda jadi. 

Untuk pembayarannya dilakukan di rumah kontrakan pelaku di Purbayan, Kotagede dan di parkiran Pasar legi Kotagede.

"Waktu itu korban hanya membayar sebesar Rp 30 juta, karena 30 juta lagi sudah dibayarkan kepada pelaku untuk tanda jadi. Jadi total uang yang sudah diserahkan kepada pelaku sebesar 60 juta. Untuk sisa pembayaran akan dibayarkan setelah setelah balik nama," lanjut Kapolsek.

Seiring berjalannya waktu, ternyata uang yang diserahkan korban telah habis digunakan pelaku guna mencukupi kebutuhannya.

Namun untuk mengelabuhi korban, pelaku mengajak korban ke notaris agar korban percaya. Tetapi akhirnya proses balik nama tersebut tidak kunjung juga berjalan. Karena kesal telah ditipu, korban lantas melaporkan perkara itu ke Polsek Kotagede.

Berdasarkan penyelidikan, tanah tersebut ternyata bukan milik pelaku, melainkan milik Darsam, seseorang yang pernah menjadi menantu pelaku. Saat ini pelaku telah berada di Polsek Kotagede guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.